Kategori
CERITA BARU pengalaman

Alasan Kita Perlu Pasang Site Kit by Google di WordPress

Tanda-tanda betapa WordPress begitu akrab dengan Google saya ‘ngeh’ saat mengikuti seminar Google di Jogyakarta beberapa bulan sebelum pandemi. Waktu itu (Senin, 25/11/2019), bertempat di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa bersama dengan blogger-blogger dari berbagai kota termasuk tuan rumah mengikuti Google for Publisher.

Dari seminar ini, peserta diberikan paparan banyak hal yang intinya hubungan mesra antara Google dengan WordPress, serius! Beberapa poin yang saya ingat waktu itu, antara lain:

  1. Kita diajak untuk memanfaatkan plugin AMP guna keberlangsungan website atau blog yang kita kelola tetap baik. Apalagi website atau blog yang dikelola tersebut di-monetize. Di mana? Di mana lagi kalau bukan di platform WordPress, karena kita semua tahu, blogspot atau blogger tidak perlu menggunakan plugin saat dipakai nge-blog.
  2. Waktu itu peserta diperkenalkan dengan sebuah alat untuk bahan analisa web atau blog yang bernama Google Site Kit untuk dipasang di WordPress berupa plugin.

Dari dua poin tersebut di atas sudah cukup bagi saya untuk menyimpulkan kalau kini Google bersahabat baik dengan WordPress. Lalu, kenapa? Ya, gakapa-apa … Hanya sebatas cukup tahu aja sih. Sekarang pun, saya sudah memakai plugin-nya di blog wordpress yang saya pakai ini.

Google sendiri lewat portal resmi Site Kit by Google mengajak dan memberikan Alasan Kita Perlu Pasang Site Kit by Google di WordPress. Dalam sosialisasinya, disebutkan plugin Site Kit memudahkan penggunanya saat mengatur dan membangun website atau blog. Saat terpasang, site kite akan menginformasikan data sebagai bahan analisa demi kemajuan website atau blog yang dikelola sehingga bisa berhasil setidaknya mudah ditemukan oleh pembaca.

Contohnya, lalu lintas pengunjung yang menemukan blog atau website yang kita kelola lalu mereka bisa betah di tempat kita (baca: blog) Site Kit membagi menjadi 3 kategori;

  1. Organic,
  2. Direct,
  3. Referral.

Ketiganya akan disuguhkan datanya berupa infografik dengan cara penjelasan yang singkat tetapi padat. Selain itu, Site Kit by Google ini pun akan menginformasikan kepada penggunanya data mengenai informasi tentang ada berapa banyak pengunjung yang sudah berhasil menemukan web atau blog kita; berupa jumlah impresi, jumlah pengunjung yang klik di mesin pencarian, ada berapa jumlah pengunjung unik yang menemukan lewat mesin pencarian serta jumlah goal yang tercapai (baca: goals).

Site Kit by Google Adalah Ringkasan Produk yang Menjanjikan

Saya berani katakan demikian. Karena sepengalaman saya menggunakan produk-produknya Google itu biasanya sendiri-sendiri dan kini sudah tidak seribet atau seperti itu lagi. Baik itu Google:

  • Search Console
  • Google Analytics
  • PageSpeed Insight
  • Adsense

Keempat produk populer Google yang biasa dipakai oleh pengelola blog ini dipadukan menjadi satu dalam plugin Site Kit by Google.

Site Kit by Google Adalah Ringkasan Produk yang Menjanjikan

Tadi pun (Minggu, 3 Januari 2021) saya sudah mencoba memasangnya dan terbilang cepat, langkah pertama kita diajak untuk verifikasi kepemilikan website atau blog yang dipasangi plugin ini. Lalu, kita mengijinkan website atau blog kita dapat akses masuk ke dalam data akun Google yang kita punya dan pakai selama ini. Langkah terakhir, kita diajak untuk menyiapkan produk Google Search Console.

Setelah kita memenuhi ketiga uraian tersebut di atas, ada yang menarik dan cukup menggembirakan, kita ditawari untuk menggunakan Google Adsense yang instant. Artinya dalam hitungan jam, akun Google Adsense itu approved (disetujui) tanpa harus memasang script terlebih dahulu guna menentukan layak atau tidak blog tersebut mendapatkan akun Adsense.

Itu saja ya … Apabila Anda belum jelas, sila baca dan ikuti cara menggunakan plugin Site Kit by Google di halaman resmi mereka sekarang juga — di sini.

Kategori
bisnis CERITA BARU pendampingan

Webinar Bareng Rumah BUMN BRI Bandung

Poster RUMAH BUMN Adetruna
Poster RUMAH BUMN Adetruna

Pagi menjelang siang hari ini (Kamis, 17 Desember 2020) saya akan Webinar Bareng Rumah BUMN BRI Bandung. Seperti kita ketahui bersama bahwa Rumah BUMN BRI Bandung memiliki banyak sekali anggota dari kalangan pelaku UKM Bandung yang konsisten dibina sampai sekarang.

Alhamdulillah … Saya hari ini masih diberikan kesempatan untuk bekerjasama dengan Rumah BUMN BRI Bandung. Saya diundang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pemanfaatan Google My Business (selanjutnya saya akan singkat menjadi GMB).

5 Poin Utama dari Webinar Bareng Rumah BUMN BRI Bandung

Pada pelaksanaannya beberapa jam lagi nanti webinar dengan tema Raih Pelanggan Baru Setiap Hari dengan Google Bisnisku, membahas poin-poin utama dari GMB, seperti:

• Mengetahui Cara Kerja Google Bisnisku
• Memahami Manfaat Menggunakan Google Bisnisku
• Cara Membuat Profil Bisnis di Google Bisnisku
• Memahami Berbagai Fitur pada Google
• Meningkatkan Performa Profil Bisnis di Google

4 Tujuan Utama dari Webinar Bareng Rumah BUMN BRI Bandung

Dengan poin-poin tersebut, kami berharap peserta mampu:
• Memahami apa itu Google Bisnisku dan bagaimana cara kerja Google Bisnisku.
• Memahami cara pembuatan profil bisnis di Google Bisnisku.
• Menguasai pengelolaan dan pemanfaatan fitur-fitur Google Bisnisku.
• Menguasai strategi meningkatkan visibilitas dan performa profil bisnis.

Mudah-mudahan sinyal bagus sehingga saya bisa menyampaikan dengan baik semua uraian Raih Pelanggan Baru Setiap Hari dengan Google Bisnisku. Nah, sedikit menyinggung latar belakang diadakannya Webinar Bareng Rumah BUMN BRI Bandung ini, kemarin kami sempat berdiskusi daring secara singkat.

Ada 3.231 Pelaku UKM sebagai Anggota dari Rumah BUMN Bandung

Pembaca perlu mengetahui, Rumah BUMN Bandung adalah program inisiasi dari Kementerian BUMN sejak tahun 2016 bagi pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satu program permberdayaan UMKM dari Rumah BUMN adalah pelatihan dan pendampingan usaha. Saat ini, Rumah BUMN Bandung memiliki 3.231 anggota UMKM yang terdiri dari berbagai bidang usaha yaitu kuliner, fashion, craft, jasa dan lainnya.

Pada masa pandemic ini, UMKM merupakan salah satu bidang yang terdampak oleh pandemic Covid-19. Adaptasi kebiasaan baru menjadi pendorong perubahan yang sangat cepat dalam perilaku kehidupan masyarakat sehari-hari. Perubahan mendasar terhadap cara-cara bertransaksi untuk pembelian serta penjualan barang-barang konsumsi dan produksi sangat berubah dipicu oleh adanya pembatasan Physical / Social Distancing.

Baru 9% Saja dari 59,2 Juta Pelaku UKM yang Memanfaatkan Platform Online

Pemanfaatan platform online untuk pemasaran produk dinilai memiliki efek yang sangat baik terhadap sektor UMKM. Melalui platform online pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk lebih produktif bertransaksi dan meningkatkan daya saing bisnisnya ke ranah global.

Sayangnya saat ini dari total 59,2 juta pelaku UMKM yang ada di Indonesia baru sembilan persennya saja yang sudah memanfaatkan platform online. Padahal ada beberapa alasan positif mengapa UMKM harus memberanikan diri memasarkan produknya melalui platform online.

Untuk itu diperlukan strategi dan inovasi baru dalam hal membangun bisnis umkm terutama dalam hal pemanfaatan tools seperti Google My Business sehingga dapat beradaptasi dan tumbuh dalam kondisi saat ini. Bismillah semoga niat baik kami ini bisa memberikan penguatan bagi pelaku UKM yang tetap semangat bertumbuh dan sukses.

Kategori
CERITA BARU sumedang

Isi Kelas Kegiatan Pemberdayaan UMKM Kabupaten Sumedang

Berangkat dari Soreang pukul setengah lima pagi tadi (Selasa, 8/12) akhirnya bisa sampai juga di tempat Kegiatan Pemberdayaan UMKM dalam rangka Pelatihan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pelaku Usaha (Digital Marketing). Kalau teman saya yang juga mengisi Kelas Kegiatan Pemberdayaan UMKM Kabupaten Sumedang ini mengatakan, “Alhamdulillah … Di penghujung akhir tahun masih tetap bisa berbagi dengan para UMKM Sumedang.”

Berhadapan dengan sekira 50 orang pelaku UKM Kabupaten Sumedang yang terdiri dari pengusaha makanan, termasuk herbal dan kue basah, craft hingga media tanam membuat saya terhibur. Pasalnya, semenjak pandemi — inilah perjalanan ke luar kota pertama dengan tujuan isi pelatihan. Jujur saja, kondisi covid-19 menahan kita untuk berkegiatan keluar rumah jauh-jauh. Bahkan kita ketat dianjurkan untuk work from home atau tagar di rumah aja.

saya yang akan banyak belajar kepada peserta

Bersama dengan Sapapreneur Indonesia, saya berkesempatan berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM yang dibina oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang. Seperti biasa, saya selalu mengajak peserta agar rileks saja karena saya akan berbagi pengalaman saja dan tidak menutup kemungkinan bahkan saya yang akan banyak belajar kepada peserta.

Suasana Kelas Kegiatan Pemberdayaan UMKM Kabupaten Sumedang beberapa saat sebelum dimulai.
Suasana Kelas Kegiatan Pemberdayaan UMKM Kabupaten Sumedang beberapa saat sebelum dimulai.

praktek membuat website sebagai alat pemasaran

Dari pagi hingga siang peserta disuguhi paparan tentang dasar kenapa kita harus memanfaatkan pemasaran digital. Sebagai contoh, saya menegaskan kalau hari ini segmentasi pasarnya sudah jelas; ada kalangan anak muda, perempuan dan warganet tinggal bagaimana kita berkreasi dengan ketiga kalangan tersebut. Lalu pada siang harinya hingga menjelang sore, peserta diajak untuk praktek membuat website sebagai alat pemasaran terkait dengan produk atau jasa yang dikelola oleh masing-masing peserta.

Kategori
kuliner

Sensasi Ngemil Keripik Rajungan Baby Crab Bondet

Dari literatur yang terdapat di daring menyebutkan, “Rajungan bisa berenang dan hidup di laut yang termasuk ke dalam kelompok kepiting.” Penyuka seafood tentu sudah tidak asing lagi dengan rajungan ketika sedang wisata kuliner. Dan menyoal kuliner atau makanan, rajungan pun sudah lazim diolah menjadi makanan ringan atau cemilan berupa keripik.

Salah satu keripik rajungan yang sudah saya coba cicipi adalah Keripik Rajungan “Baby Crab Bondet” yang diproduksi oleh Altisa Mulya. Ceritanya pada Senin siang (16/11) saya hendak makan dan sudah menjadi keharusan selalu ada kerupuk, terserah mau putih, merah, rambak, udang pokoknya apapun jenisnya yang penting kerupuk ada setiap saya sedang makan.

Seperti yang sudah saya posting di Instagram persis sesaat usai makan siang.

Boleh tanya istri saya @risya_detruna .. kalau saya itu jurig.. ya jurig kurupuk 😊. Selalu merasa kurang lengkap kalau makan tanpa kerupuk. Saat makan saya cari mana kerupuknya? Sempet cari dulu ke warung dan alhasil nihil.

“Belum dateng, kang krupuknya,” begitu kabarnya. Jadi ya sayang banget, makan siang tadi harus rela tanpa kerupuk. Namun saya ingat, “Kita kan punya #babycrab #bondet.. itu lho keripik rajungan cemilan khas Cirebon?!

Produk ini milik @altisamulya cemilan pengganti kerupuk saat makan berat. Apalagi kalau nasinya hangat. Benar aja, tadi pun istri saya agak-agak sarkas, “pap, laper?” Karena melihat saya begitu lahap dan nambah porsi .. Makan ditemani Baby Crab Bondet (bondet itu nama daerah di #cirebon ).

Kalau saya perhatikan kemasannya .. Komposisi dari keripik rajungan Baby Crab Bondet ini antara lain: rajungan kroyo, tepung, minyak, garam dan bumbu rasa.

Anda penasaran? kontak aja Altisa Mulya sekarang juga ! 💯😊👍#makan #lunchtime #food #snack #cemilan #crispy #crunchy #bloggerstyle #bloggersoreang #foodblogger

Cemilan Baby Crab Bondet ini saya temukan ketika dibawa oleh peserta pelatihan kewirausahaan pada saat saya mengisi kelas di Balatkop Provinsi Jawa Barat beberapa waktu yang belum lama ini lewat. Jadi kalau ditanya bagaimana Sensasi Ngemil Keripik Rajungan Baby Crab Bondet? Sangat enak, renyah, pengganti kerupuk yang baik.

Keripik Rajungan Baby Crab Bondet
Keripik Rajungan Baby Crab Bondet

Dan yang paling penting dari sisi higienisnya. Keripik Rajungan Baby Crab Bondet adalah makanan dari daging rajungan pilihan, citarasanya renyah, ada gurihnya dan nagih banget! Cocok untuk dijadikan pengganti kerupuk dengan nasi hangat atau sebagai pelengkap menu makan.

Kategori
CERITA LAMA

Swafoto Bareng Kawan Semasa SMA

Bicara Sekolah Menengah Atas (SMA) saya adalah anak sekolah angkatan di mana suasana kota Bandung serta tren yang tengah berkembang gambarannya seperti yang dipertontonkan oleh Ayah Pidi Baiq dalam film Dilan. Betul sekali, 90-an menjadi masa-masa yang tidak bisa terlupakan begitu saja. Di Buahbatu masih ada Trina, di Banda masih ada toko Q-ta, di Merdeka masih ada New Panti Karya bahkan di Margahayu Raya sebagai perumahan elite pada masanya masih ada Sarinah.

Belum lagi kalau bicara musik yang hits di era 90-an, ada jamak yang menjadi ‘soundtrack’ musik ketika menjalani kehidupan saat itu. Saya masih ingat bagaimana dulu dengan berbekal uang sekitar seribu lima ratus perak memilih kaset yang kita mau, cukup di Sarinah Margahayu Raya saja tidak usah ke Dago yang notabene ada Aquarius – pusat kaset dan Compact Disc termashyur di kota Bandung.

Yang membekas dalam ingatan tidak saja era 90-an namun termasuk kenangan di medio 80-an … Pernah suatu hari saya tengah memilih kaset apa yang ingin dibeli. Antara Waktu itu sedang menimang-nimang pilih Hits Collectionnya Duran Duran atau Wham! kalau tidak salah. Dan Sarinah kala itu tengah memutar lagu baru duet antara Michael Jackson dengan Mick Jagger lewat lagu “State of Shock”, hingga akhirnya tahu, ternyata The Jackson 5 — tidak hanya Jacko dan Jagger yang menyanyikannya.

Itulah sedikit cerita lama yang baru saja saya ingat, sebuah kilas balik. Dan Swafoto Bareng Kawan Semasa SMA berikut inilah yang menjadi pemicu saya flashback ke masa muda.

Adetruna dan Yus Rochmansyah -- Teman SMAN 22 Bandung
Saya dan Yus Rochmansyah

Dia anak Fisika sedangkan saya anak IPS. Namun yang menghubungkan kita berdua adalah bermusik, saya vokalis,Iyus (panggilan akrabnya) main bass, drummer ada dua; Dede (teman sekelas saya dari kelas 2 hingga 3) satu lagi Iweng (hingga sekarang jadi drummer profesional) pemain gitarnya, Muchamad Ahadiyat atau sejak lama dipanggil Diat (sekarang masih bersama Yovie Nuno).

Kehidupan seorang Iyus hari ini disibukkan dengan menjadi pebisnis kuliner lebih tepatnya pastry khususnya pisang bolen dan cheese roll dan lain-lain seputar makanan kue dan roti. Kita berdua masih berkomunikasi dengan mudah. Dengan adanya alat komunikasi seperti Whatsapp dan Facebook membantu saya bisa terhubung dengan teman lama termasuk dengan kawan semasa SMA.

Demikian saja sedikit cerita di balik Swafoto Bareng Kawan Semasa SMA. Bagaimana dengan Anda? Adakah yang diingat masa-masa 90-an atau 80-an? Mangga komentar aja …

Kategori
CERITA BARU pengalaman

Asep Sunandar Rela Jauh-Jauh ke Soreangku Print On Demand

Minggu pagi yang lalu (1 Nopember 2020), saya mendapatkan satu notifikasi GMB (Google My Business) di smartphone — sebenarnya masuk email juga, tapi lewat ponsel pintar jauh lebih gercep. Push notification-nya langsung terbaca.

Begitu muncul, terbaca nama yang tidak asing bagi saya. Nama seorang maestro, seniman wayang golek kebanggaan Jawa Barat, Asep Sunandar (Sunarya).

“Kang bisa langsung jadi, cetak spanduk? menjadi awal percakapan dari kang Asep Sunandar.

Awal Komunikasi dari Asep Sunandar Order Spanduk di Aplikasi Google My Business
Awal Komunikasi dari Asep Sunandar Order Spanduk di Aplikasi Google My Business

Asep Sunandar yang Order Spanduk via GMB ini tentu saja bukan Asep Sunandar Sunarya (almarhum) hanya kebetulan saja, kesamaan dalam nama.

Jauh-jauh Order Spanduk Dari Pangalengan ke Soreang

Kang Asep Sunandar memiliki alasan yang mendasar kenapa jauh-jauh dari Pangalengan order spanduk ke tempat Soreangku POD. Usut punya usut, pria yang berperawakan kecil ini kesal dengan pencetak spanduk yang biasa dia mintai tolong.

“Masa cetak ukuran segini aja (1m x 0,9m) harus satu minggu lamanya,” ujarnya.

Itulah kenapa meskipun harus menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lama, Kang Asep dengan penuh semangat mendatangi tempat saya. “Maaf tadi di WA saya begitu tegas bertanya, ‘bisa (selesai hari ini)-red atau tidak?'”.

Saat Kang Asep mulai bergerak ke rumah untuk mengambil spanduk yang dibuatnya, saat itu pula dia menunjukkan lama perjalanan berdasarkan informasi yang diberikan oleh Google Maps. Perlu 40 Menit lamanya atau setara dengan 13 km dari Pangalengan ke Soreang. Seperti yang ditunjukkan oleh Kang Asep Sunandar lewat WA.

Perlu 40 Menit lamanya atau setara dengan 13 km dari Pangalengan ke Soreang

Cetak Spanduk Budidaya Madu Sebanyak 2 Lembar

Asep Sunandar Order Spanduk sebanyak dua lembar masing-masing ukurannya 1m x 0,9m. Koordinasi proses pembuatan spanduk yang diinginkan oleh Kang Asep terbilang lancar. Mulai dari redaksi yang ingin tertuang di dalam spanduk hingga foto-foto yang terpampang di dalam spanduk pun lancar.

Akhirnya spanduk Budidaya Madu sebanyak dua lembar pun sudah selesai dicetak. Kelihatan sekali Kang Asep merasa ‘sreg’ dengan hasil print, sesuai harapan.

“Saya akan berlangganan tapi tolong harganya dikurangin, ya,” tanyanya seraya berharap.

“Siap. Bisa diatur,” jawab saya.

Rumah Budidaya Lebah Madu desa Cikalong Cimaung Kabupaten Bandung
Spanduk Rumah Budidaya Lebah Madu desa Cikalong Cimaung Kabupaten Bandung

Kang Asep Sunandar pun pamit untuk kembali menempuh jarak 13 kilometer dari Soreangku Print on Demand ke rumahnya di Pangalengan. Dengan dua lembar spanduk yang disimpannya di bawah jok motor matic yang ditungganginya, beliau pun mohon pamit.

Ok Kang Asep Sunandar … Sukses terus dengan budidaya serta jualan madunya …

Kategori
CERITA BARU pengalaman

Akhirnya … Saya Menjalani Rapid Test

Sekira pukul setengah sembilan, dengan ditemani oleh istri – pagi tadi (Selasa, 6 Oktober 2020) saya bergegas menuju salah satu klinik yang tidak jauh lokasinya dari rumah.

Tujuannya adalah saya hendak menjalani rapid test. Bukan karena saya penasaran oleh sebab sejak awal pandemi dari yang harganya bisa mencapai setengah juta sampai dengan saat ini (di Soreang) tarifnya hanya 170 ribu saja — bukan karena itu … Akan tetapi, saya harus mentaati peraturan.

Ditangani ibu dokter yang bertugas, Nita Ayu Toraya adetruna menjalani Rapid Test Covid-19
Ditangani ibu dokter yang bertugas Nita Ayu Toraya saya menjalani Rapid Test Covid-19

Beberapa minggu yang lalu, saya diundang oleh UPTD P3W Jabar (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat) untuk mengisi kelas pada hari Rabu 7 Oktober 2020 jam 8 pagi.

Mengajar di Kelas Pemanfaatan Marketplace dan Sosial Media

Saya memenuhi undangan untuk bersedia mengajar di kelas Pemanfaatan Marketplace dan Sosial Media dan harus mengikuti protokol kesehatan covid-19, yaitu menjalani rapid test. Baru tadi pagi saya sempat menjalaninya di sebuah klinik bilangan jalan raya Soreang Bandung, lebih tepatnya di Cingcin.

Saya Dinyatakan Non Reaktif

Alhamdulillah … Saya mengantongi surat dari dr. Nita Ayu Toraya selaku dokter yang bertugas. Dan setelah dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antibody igM/igG Covid-19 saya dinyatakan Non Reaktif. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat keterangan untuk dipergunakan sebagai mana mestinya.

Suhu Tubuh 36,8ºC

Hal lain yang dijelaskan dan tertuang dalam surat keterangan sebanyak dua lembar dari Klinik Anugrah Sehat Cingcin Soreang Kabupaten Bandung, yaitu suhu tubuh 36,8ºC (normal) dan pada pemeriksaan fisik dalam keadaan sehat.

Berapa Tarif Menjalani Rapid Test?

Ada banyak jawaban untuk pertanyaan, “Berapa tarif menjalani Rapid Test?” Beberapa sumber informasi menyebutkan tarif untuk saat ini.

✔ RS. Al Islam mematok tarif 150 ribu,

✔ Stasiun KA Bandung mematok tarif 80 ribu,

✔ Lab Parahita mematok tarif 150 ribu.

Namun saya teringat satu hal, sekitar 3 bulan yang lalu ada pelanggan dari Soreangku Print on Demand mencetak spanduk yang menjelaskan pelayanan Rapid Test. Setiap pelanggan yang mencetak spanduk itu biasanya saya simpan data kontaknya. Kebiasaan ini membuat saya mudah untuk mencarinya apabila perlu. Seperti saat ini contohnya. Tanpa banyak kesulitan, saya menemukan datanya di menu kontak ponsel pintar.

Alhamdulillah terhubung dan benar, saya pun bertanya tarif, suara pria di ujung telepon di sana menjawab, “170 ribu.” Dengan segera saya memutuskan untuk menjalani rapid test-nya di Soreang saja tidak perlu jauh-jauh ke kota Bandung. Saya pikir, “walau agak mahal tapi dekat, sebaliknya walau agak murah tapi jauh.”.

Alamat Klinik Anugrah Sehat Cingcin

Bagi Anda yang ingin mengetahui alamat dari Klinik ASC atau Klinik Anugrah Sehat Cingcin, berikut ini selengkapnya.

Jalan Raya Soreang Cingcin No. 422 – Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung 40911. Anda bisa juga menghubungi lewat telepon, 022-5894850 .

https://kangade.web.id

Itulah sedikit pengalaman yang saya alami tadi pagi, dan … Akhirnya, Saya Menjalani Rapid Test. Lega rasanya berangkat mengajar dan membawa Surat Keterangan Hasil Rapid Test dari Lembaga Kesehatan (Klinik Anugrah Sehat Cingcin) yang menyatakan Non Reaktif dan Sehat. Bagaimana dengan Anda? Silakan komentar di bawah.

Kategori
CERITA BARU pengalaman

Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang

Saat tulisan ini saya tulis sekarang, langit sore di Soreang tengah cerah. Angkasa diselimuti oleh awan cirrus yang memang teman akrab bagi langit yang sedang cerah. Dari literatur yang pernah saya baca menyebutkan kalau awan cirrus kerap berisi kristal es makanya awan cirrus bisa dikatakan jarang sekali menghasilkan hujan.

Berbicara produk berarti bicara bisnis online. Saya sendiri adalah pelaku bisnis online, tepatnya pedagang. Saya jualan banyak produk termasuk jasa. Produk yang saya miliki dan biasa dijual adalah makanan dan herbal. Dengan adanya langit cerah bersama awan cirrus ini sebenarnya adalah kesempatan emas atau waktu yang tepat untuk foto produk bagi pedagang online.

Waktu yang Tepat untuk Foto Produk

Kenapa? Karena memang cahaya alami seperti cahaya di saat langit cerah, paparannya sangat ideal. Bisa jadi besok kita tidak menemukan lagi cahaya alami dari langit cerah. Ini bisa menjadi trik yang keren sih bagi kita yang kepengen memiliki aset foto produk yang baik dan berkualitas tanpa harus merogoh kocek biaya sewa alat seperti lampu yang biasa digunakan untuk memotret a la studio. Dan memotret pun cukup menggunakan smartphone.

Waktu yang Tepat untuk Membuka Jendela

Matahari yang baik untuk kesehatan atau bermanfaat bagi tubuh kita adalah sinar matahari pagi dan sore. Kita sering dengar orangtua kita menyarankan kepada kita untuk moyan (bahasa Sunda yang artinya berjemur di waktu pagi). Karena memang benar, dari tulisannya pakar kesehatan seringkali dijelaskan bahwa waktu yang baik bagi tubuh mendapatkan paparan sinar matahari adalah pukul 10 pagi atau 3 hingga 4 sore.

Saya pun membuka lebar-lebar jendela kantor Soreangku Print on Demand dan membiarkan masuk cahaya matahari ke dalam ruangann. Benar-benar menerangi seluruh sudut dalam kantor ini. Dan tadi saya sempat memotret beberapa simulasi foto produk dengan bantuan pencahayaan alami saat Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang.

Foto-foto Hasil Pemotretan dengan Pencahayaan Alami

Foto-foto Hasil Pemotretan dengan Pencahayaan Alami
Foto-foto Hasil Pemotretan dengan Pencahayaan Alami saat Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang

Baik itu saja sedikit berbagi cerita tentang Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang. Semoga bisa menemani aktifitas Anda saat ini … Salam baktos ti Soreang!

Kategori
bisnis CERITA BARU

Membuatkan Kemasan Standing Pouch untuk Seblak Kering

Pelanggan Menghubungi via Whatsapp

Sekitar 2 minggu yang lalu, saya menerima pesan lewat chat messenger Whatsapp dari nomor yang belum saya kenal. Inti dari pesan yang masuk adalah menanyakan bisa tidaknya membuat kemasan.

isi pesannya

“Assalamu’alaikum maaf (apakah-red) bisa membuat kemasan standing pouch yang seperti ini (atau-red) tidak?”

Lebih kurang seperti itu isi pesannya. Tentu pembaca tahu dong saya menjawab apa? Ya, saya menjawab dengan singkat dan tegas, “Mangga tiasa.”. (Silakan bisa). Percakapan ini akhirnya terus berlanjut dan intens dilakukan. Dan pemesan pernah sekali datang ke Soreangku Print on Demand – tempat di mana saya menawarkan layanan jasa digital printing berbagai macam jenis cetakan, mulai dari spanduk, kartunama, id card dan lain-lain termasuk Membuat Kemasan Standing Pouch Seblak Kering-nya kang Ajay ini (namanya).

Pelanggan Membayar Lunas Ongkos Cetak Penuh … Tjackep!

Tujuannya selain ingin memastikan, kedatangan kang Ajay ke rumah adalah membayar penuh harga yang sudah kami sama-sama sepakati. Klien yang seperti ini tuh dicari oleh setiap penyedia jasa, ngaku aja deh 😛

Kami mulai mendiskusikan lebih spesifik, mulai dari warna – ingin seperti apa? Produk yang dijualnya apa? Hal apa saja yang dituangkan dan tertera pada kemasan? Bahkan, saya memberikan kesempatan untuk Kang Ajay membuat coretan-coretan sketsa agar tergambar dengan jelas untuk diterjemahkan oleh desainer produk.

Kang Ajay begitu lepas tapi serius membuat konsep berupa coretan-coretan kemasan yang dia inginkan

Setelah dirasa cukup menuangkan keinginannya Membuat Kemasan Standing Pouch Seblak Kering, Kang Ajay menyerahkan konsep dan menanyakan proses penggarapannya.

“Kalau tidak ada aral, kemasan akan dibuat dalam tempo 10 (hari), tapi sebelum dicetak saya coba perlihatkan lagi desain kemasannya siapa tahu masih ada yang perlu dikoreksi, gimana?”

“Baik, pak,” jawab Kang Ajay sekaligus menutup diskusi.

Konsep didiskusikan secara intensif

Hanya perlu sehari bagi saya menerjemahkan konsep kemasan yang diinginkan pemesan. Setelah diperlihatkan, ada keragu-raguan dari Kang Ajay terutama dari sisi pewarnaan dan keinginannya menampilkan sosok dirinya di dalam kemasan yang pada akhirnya dia bulat memutuskan untuk tidak menampilkan dirinya.

Approval (persetujuan) pertama pun saya coba kirimkan ke Kang Ajay – klien yang berhak mendapatkan perkembangan dari pesanannya tersebut.

Approval Kemasan Standing Pouch Seblak Kering untuk Kang Ajay selaku klien.
Approval #1

Dari kiriman pertama ini, Kang Ajay menginginkan beberapa hal untuk diubah. Setelah kita sama-sama catat apa saja yang ingin diubah, saya pun mengirimkan approval ke-2. Perubahannya cukup drastis terutama dari segi warna dan keinginannya mengganti dua orang santri dengan sosok dirinya dengan pasangan berupa vector.

Approval ke-2 Kemasan Standing Pouch Seblak Kering untuk Kang Ajay selaku klien.
Approval #2

See? Anda bisa lihat perubahan yang signifikan dari approval pertama dengan yang ke-2, warna menjadi dominan merah putih lalu ada foto wajah dua orang pasangan yang telah divektorisasi. Dari yang awalnya sepakat dengan konsep approval ke-2, rupa-rupanya Kang Ajay masih ragu-ragu dengan keinginan akhirnya tersebut.

Produksi Kemasan diproses Sesuai Perjanjian

Saya pun mengubah lagi konsep Kemasan Standing Pouch Seblak Kering sesuai dengan permintaan Kang Ajay yang intinya pewarnaan dikembalikan ke konsep semula.

Kemasan Standing Pouch Seblak Kering SERING akhirnya dicetak dengan pewarnaan sesuai dengan konsep awal.
Kemasan Standing Pouch Seblak Kering SERING akhirnya dicetak dengan pewarnaan sesuai dengan konsep awal.

Alhamdulillah … Kini Kemasan Standing Pouch Seblak Kering Sudah diserahkan dengan waktu yang pas (10 hari sesuai perjanjian).

Anda ingin mencetak Kemasan Standing Pouch? Hubungi Soreangku Print on Demand Sekarang Juga di 089651415992 (Risya)
Membuatkan Kemasan Standing Pouch untuk Seblak Kering (SERING) sebanyak 1000 eksemplar, pengerjaan 10 hari kerja. Hasilnya rapi sesuai dengan konsep atau keinginan pemesan.

Spesifikasi Detil Kemasan Standing Pouch

Kemasan Standing Pouch Seblak Kering SERING akhirnya dicetak dengan pewarnaan sesuai dengan konsep awal. Beberapa hal detil yang disepakati antara lain:

  • Ukuran: 14cm x 24cm
  • Lapisan dove (pilihan lain glossy, kang Ajay memilih lapisan yang dove)
  • Jumlah cetak kemasan: 1000 eksemplar

Itulah sepenggal cerita bagaimana saya mendapatkan pesanan produksi kemasan standing pouch dari Kang Ajay asal Kp. Cipandan Kulon, Bojong, Soreang. Saya sempat menanyakan dapat info dari mana? Dan kenapa memilih datang ke sini (Soreangku Print on Demand) ? Jawabannya tahu dari internet dan enggan kalau harus ke Bandung *jawaban yang menarik 😀

Anda ingin mencetak Kemasan Standing Pouch? Hubungi Soreangku Print on Demand Sekarang Juga di 089651415992 (Risya)

Kategori
CERITA LAMA

Berpartisipasi di Kungfu Run 2017

Pukul 5.45 pagi (Minggu 20 Agustus 2017) saya sudah menginjakkan kaki di Ex Golf Drive Range Senayan Jakarta. Saya hadir tidak sendirian melainkan bersama dengan blogger lain dengan tujuan yang sama, yaitu meramaikan ajang DAMOCI bertemakan #KungfuRun 2017 diikuti oleh 1500 peserta.
Keseruan Kungfu Run 2017 di Daan Mogot City

Cerita selengkapnya