Kategori
CERITA LAMA

Berpartisipasi di Kungfu Run 2017

Pukul 5.45 pagi (Minggu 20 Agustus 2017) saya sudah menginjakkan kaki di Ex Golf Drive Range Senayan Jakarta. Saya hadir tidak sendirian melainkan bersama dengan blogger lain dengan tujuan yang sama, yaitu meramaikan ajang DAMOCI bertemakan #KungfuRun 2017 diikuti oleh 1500 peserta.
Keseruan Kungfu Run 2017 di Daan Mogot City

Cerita selengkapnya

Kategori
bisnis CERITA BARU pengalaman

Terima Kasih Atas Kepercayaannya Mencetak Spanduk di Soreangku Print On Demand

Seringkali saya ceritakan di setiap kesempatan saya bisa berbicara di depan publik atau kelas pelatihan semisal Gapura Digital atau seminar-seminar, bahwa dengan Google My Business (selanjutnya saya singkat dengan GMB) saya bisa mendulang rupiah. Dan ide bisnis tersebut tercetus jauh-jauh hari saya dipercaya sebagai Fasilitator Gapur Digital Bandung.

Pernah didamprat Calon Pelanggan

Saat saya menjalankan bisnis online dengan menggunakan GMB ini tidak serta merta berjalan mulus-mulus saja. Suatu hari saya pernah didamprat calon pelanggan. Padahal persoalannya sepele, dia (waktu itu perempuan – kalau tidak salah pegawai pabrik di seputaran Katapang) terjadi pada circa 2016.

Dari ujung saluran telepon — karena seingat saya menelepon ke nomor telepon rumah, mbaknya bertanya.

“Halo … Apa benar ini dengan percetakan buku? Tolong dihitung biaya cetak untuk buku ukuran b5, tebalnya sekitar 140 halaman, cover-nya pakai art paper dan isi bukunya pakai kertas hvs saja, berapa ya kira-kira?”

Dicecar dengan pertanyaan tersebut bukannya saya menjawab dengan tegas dan jelas, yang terjadi justru malah sebaliknya.

“Mmmmm … Sebentar. Gimana-gimana tadi?” balas saya.

Dari ujung telepon, mbaknya memergoki ketidaksiapan saya, akhirnya dia berkata dengan penuh rasa kecewa.

“Ini perusahaan macam apa? Baru ditanya segitu saja nggak becus (Menjawab)!” Brakkk! suara telepon ditutup dengan sedikit kasar.

Meskipun saya tidak tahu rupa dan fisik mbaknya, namun yang terjadi dada saya berdetak kencang merasa menyesal ditambah kaki lemes dan gemetar.

Momentum memilukan di atas seharusnya menjadi cerita sukses saya karena GMB berhasil ditemukan bisnisnya oleh warganet. Ironinya, saya tidak siap melayani.

Seorang kawan berkata, “Kesuksesan adalah pertemuan antara kesiapan dan kesempatan.”

Sekali lagi … Itulah pembelajaran, cukup itu saja dan jangan lagi melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.

Awal Cerita Menjadi Pemasar Jasa Cetak Spanduk

2009 hingga 2014 masa-masa di mana saya harus bekerja sebagai layouter di penerbitan bilangan jalan Babakan Sari Kiaracondong kota Bandung. Selama itu saya zig-zag pergi pulang dari Soreang ke Bandung.

Sehingga saya terbiasa melihat kiri dan kanan sepanjang jalan. Terutama di sekitar wilayah yang sudah mendekati tempat tinggal. Ada beberapa toko jasa cetak spanduk atau istilahnya layanan digital printing.

Suatu hari saya terlintas ide, “Gimana kalau saya coba pasarkan jasa cetak spanduk di Online.” Ide itu tanpa riset hanya melintas begitu saja dalam benak.

Justru penemuan-penemuan sebagai bahan riset muncul dari pelanggan sendiri. Seperti misalnya, mereka mager (malas gerak) kalau harus ke luar rumah. Ada juga yang merasa berat kalau harus berangkat ke Pagarsih (salah satu kawasan sebagai pusat layanan jasa cetakan baik offset atau digital printing di Bandung).

Memohon Ijin Memasarkan Jasa Cetak Spanduk Ke Semua Digital Printing Sekitar Soreang

Akhirnya saya mengantongi ijin dari semua pusat layanan digital printing yang ada di beberapa titik di Soreang. Dan sampai dengan hari ini (Senin, 14 September 2020) saya memelihara hubungan agar senantiasa baik dengan mereka semua.

Bisnis Online itu Unik!

Saya katakan demikian karena saya sendiri masih takjub hingga sekarang. Kok bisa sih warganet dalam hal ini pelanggan dari Soreangku Print On Demand datang dari wilayah-wilayah yang tidak diduga sama sekali?!

Dari jamak warganet yang menjadi pelanggan hingga hari ini tidak jarang yang loyal. Ya, mereka menjadi pelanggan tetap saya. Tentu saja ini terjadi karena saya berkompromi dengan keinginan mereka terutama di harga yang sesuai keinginan mereka sebagai pelanggan.

Saya takjub dengan pelanggan karena mereka datang dari tempat yang jauh-jauh. Sebut saja; Pangalengan, Cipelah (perbatasan Ciwidey dengan Cianjur Selatan), Ciwidey, Banjaran serta di bagian Kabupaten Bandung Barat seperti Cililin.

Ini menjadi pembuktian bahwa GMB merupakan alat yang sangat berguna bagi siapa saja yang hendak berbisnis online. Semua yang saya bicarakan ini adalah upaya-upaya sederhana. Emangnya ada yang ribet? Bukan ribet sih – lebih ke tuntutan merogoh kocek. Ya, bila Anda berminat iklan berbayar dalam rangka ingin meningkatkan penjualan, bisa menggunakan Google Ads.

Di dashboard GMB, Google Ads selalu ditawarkan kok … Jadi tidak perlu merasa bingung harus ke mana beriklan pakai Google Ads.

Sekali lagi, pengalaman saya menggunakan GMB ini pure 100% tanpa alokasi biaya beriklan ya. Bahkan hari ini saya tengah melayani pelanggan yang mencetak kemasan untuk produknya berupa Seblak Kering.

Kemasan sudah disepakati dan siap diproduksi oleh Soreangku Print On Demand

Saya tanya alasannya kenapa memilih Soreangku Print On Demand? Dia menjawab dengan tegas bahwa dirinya agak males harus ke Bandung. Tuh, kan … Perilaku pelanggan itu seperti itu 😀 !

Terima Kasih Warganet

Yang terakhir, saya merasa perlu mengucapkan terima kasih atas kepercayaan warganet yang menemukan Soreangku Print on Demand lantas memilih kami untuk pemenuhan kebutuhan akan digital printing khususnya cetak spanduk. Dalam melayani pelanggan, kita senantiasa berusaha memberikan pelayanan prima seperti; bahan spanduk yang layak digunakan, tinta yang digunakan berkualitas, proses akhir yang senantiasa rapi. Takjarang kita menggratiskan biaya desain meskipun tidak jarang ada upaya keras untuk membuat spanduk menjadi menarik mulai dari pemilihan font, kombinasi warna, rekayasa citra dari yang buram menjadi jelas dan lain-lain.

Terima Kasih Pelanggan Setia Soreangku Print on Demand

Mungkin itu saja artikel yang lebih ke curhat ini saya sampaikan semoga bisa menjadi artikel yang mendorong Anda melakukan hal serupa dengan pengalaman saya ini.

Kategori
CERITA BARU pendampingan

Fasilitator Gapura Digital Bandung Mencoba Meet Up Perdana di Masa Pandemi

Lama tidak bertemu terhalang oleh wabah corona sejak semakin merebak, akhirnya kami Fasilitator Gapura Digital Bandung Mencoba Meet Up Perdana di Masa Pandemi.

Jumlah Peserta yang Berkumpul

Mengambil tempat di Waroeng Steak & Shake di bilangan jalan Lombok, saya bisa memenuhi undangan dari Gapura Digital Bandung. Saat tiba di lokasi, teman-teman lain terutama dari fasilitator Women Will Bandung sudah meramaikan acara.

Fasilitator Gapura Digital Bandung Mencoba Meet Up Perdana di Masa Pandemi
Foto : Ghassa

Bisa coba dihitung saja dari foto berikut, ya sebanyak itu sih teman-teman yang memenuhi undangan.

Topik yang Dibicarakan

Hilma, selaku penggagas acara pertemuan ini menjelaskan bahwa, nantinya acara pelatihan akan senantiasa online menggunakan Google Meet. Tentu saja kondisinya nanti akan serba terbatas, mulai dari jumlah peserta, sesi bertanya dan hal lain yang biasanya mudah dilakukan saat kelas tatap muka sebelum pandemi.

Inti Dari Pertemuan

Intinya, semua fasilitator supaya mengerti dan maklum apabila saat ini belum juga pernah mengisi menjalankan tugas selaku Fasilitator Gapura Digital kelas online. Yang jelas, semua fasilitator akan dipanggil untuk mengisi kelas online secara bergiliran.

Senang sekali bisa berjumpa dengan teman-teman setim Gapura Digital Bandung. Dari jumlah fasilitator yang ada, mencapai setengahnya pun tidak dari yang datang. Ya itulah kondisinya … Bagi sebagian orang hari ini untuk mencoba keluar rumah untuk sebuah urusan harus berpikir keras antara ikut atau tidak ya?

Kategori
bisnis

Kartu Nama. Emang Perlu Ya?

Perlu gak perlu sih … Sebagian orang memerlukan kartu nama untuk kebutuhan bisnis. Karenanya disebut dengan business card — dalam bahasa Inggris. Bagi perusahaan yang ‘melek’ akan branding, mencetak kartu nama untuk tim di perusahaan adalah sebuah hal yang krusial.

Pun di ranah pelaku UKM, membuat kartu nama adalah hal yang perlu dipersiapkan. Karena di mana saja berada, apalagi saat ada pameran melakukan promosi sangat perlu dilakukan oleh pemilik bisnis baik jasa atau produk.

Saat ini meskipun sebagian pihak sudah menjalankan paperless, tetap saja melengkapi bisnis dan membekali aktifitas dengan membawa kartu nama masih dilakukan oleh para pebisnis. Pembawa kartu nama masih sangat yakin dengan menyebar kartu nama terbilang upaya efektif saat berusaha menunjukan profil diri.

Menunjukkan Ekslusivitas

Buat seseorang, salah satu upaya personal branding yang paling sederhana adalah dengan membuat kartu nama untuk tujuan menunjukkan ekslusivitas. Kartu nama sudah menjadi kebutuhan pokok buat sebagian pebisnis saat ingin menginformasikan kepada orang lain mengenai diri dan pekerjaannya. Mencantumkan informasi tentang jati diri secara singkat, padat dan jelas pada kartu nama adalah cara lugas dan elegan yang hari ini masih relevan dilakukan.

Profesionalitas

Semata-mata untuk menjaga profesionalitas, bagi sebagian masyarakat pebisnis mencetak kartu nama. Menunjukkan nilai-nilai yang baik yang dicantumkan pada kartu nama terbilang langkah yang tepat saat hendak memperlihatkan sisi profesionalitas diri kita.

Informasi Profil Perusahaan atau Bisnis

Terutama bagi perusahaan yang peduli dengan branding, tentu saja merasa perlu menginformasikan profil perusahaan tertera di dalam kartu nama. Saya sendiri kerap menerima pemesanan cetak kartu nama dari pelanggan yang memang dia pemilik perusahaannya dan meminta kepada kami untuk mendesainkan kartu nama semenarik mungkin dengan ada nama dan logo perusahaannya.

Profil Diri

Untuk perseorangan, kartu nama tidak ubahnya profil diri. Lazim dilakukan oleh setiap orang yang membuat kartu nama mencantumkan siapa dirinya dan apa pekerjaannya. Dengan menuliskan profil yang jelas tentang dirinya lewat kartu nama, orang tersebut merasa telah melakukan upaya promosi diri dengan efektif dan efisien.

ilustrasi Kartu Nama

Kalau menurut Anda sendiri, gimana … Pembaca? Perlu atau tidak mencetak kartu nama di era sekarang?

Kategori
CERITA BARU pendampingan pengalaman

Di Situasi Pandemi Covid-19 … Yuk, Isi Waktu dengan Aktifitas yang Kita Sukai

“Suara nyanyian” Pandemi Covid-19 masih terus berkumandang tiada henti-hentinya. Setiap hari di semua kanal-kanal informasi; internet, sosial media, obrolan tetangga membicarakan virus corona. Tidak terkecuali dengan keluarga saya di rumah.

Work from home … Stay at Home menjadi jargon populer tanpa perlu sosialisasi khusus – masyarakat langsung faham dan melakukannya sekarang ini (Sabtu, 18/4).

Setelah menjalani ini semua setiap orang mulai mengeluh dengan kebosanannya. Lalu, muncul pertanyaan, “Ngapain ya bosen … Duh kok hidup begini amat ya?”

Pun dengan saya. Saya merasa tidak karuan saking mati gayanya dan terpaksa harus tetap di rumah bila nggak perlu-perlu amat untuk memenuhi keperluan di luar rumah.

Isi Waktu dengan Aktifitas yang Kita Sukai

Namun yang jelas … Yang ada di benak saya saat ini buat pembaca yang masih saja merasa bosan karena harus tinggal di rumah … Yuk, kita Isi Waktu dengan Aktifitas yang Kita Sukai.

Mengerjakan Pekerjaan Seni

Ketahuilah bahwa di masa tahun 2000 atau beberapa tahun sebelumnya saya “berkenalan dengan dunia penerbitan”. Bukan sebagai penulis buku, tapi lebih ke orang di belakang produksi buku. Waktu itu, yang mendorong saya harus bekerja adalah adanya keinginan untuk berumah tangga.

Akhirnya, bertemulah dengan dunia penerbitan. Saya masih ingat dengan bekal nol saya datang ke tempat bekerja seorang teman, kantor penerbitan buku. Penerbitan ini bernama Epsilon Grup, unit perusahaan yang terbilang sukses meraup keuntungan dari menjual buku-buku semacam LKS atau Lembar Kerja Siswa dan Buku Persiapan Menghadapi Ujian Negara serta Kumpulan soal-soal Ulangan tingkat Sekolah Dasar.

Di perusahaan inilah saya mengenal dunia tata letak buku. Saya kira mengerjakan tata letak buku itu cukup menggunakan Microsoft Word ternyata tidak.

“Coba kamu pelajari ini deh ... Kalau sudah bisa datang lagi ke sini (maksud teman saya kantor Epsilon),” instruksi teman kepada saya di awal melamar kerja saat itu.

Kata tunjuk, “ini” yang dimaksud teman saya tersebut adalah Pagemaker. Saya lantas bertolak ke toko buku untuk membeli buku referensi Cara Menggunakan Software Pagemaker. Taklama berselang, saya pun memberanikan diri datang lagi ke tempat saya melamar kerja dan alhamdulillah diterima.

Selanjutnya, secara bertahap — saya mengenal dan mampu mengoperasikan piranti lunak lainnya untuk pekerjaan tata letak buku (book layout). Ada 2 softwares, yaitu; Adobe Photoshop termasuk inDesign dan CorelDraw.

Hingga hari ini saya masih menggunakan CorelDraw dan Photoshop untuk melayani pelanggan saya yang hendak mencetak spanduk. Sebagian hasil garapan layanan jasa tersebut saya kumpulkan di Instagram. Nah, bagi saya ini pekerjaan seni karena tidak jarang saya harus memikirkan; tipografi, warna, latar belakang agar nampak ‘nyeni’ dan pelanggan langsung suka dengan spanduk yang saya kerjakan tersebut.

Pekerjaan seni bernama Soreangku Print On Demand ini sudah 3 tahun saya buka layanannya. Dan Alhamdulillah — meskipun tidak setiap hari hampir bisa diperkirakan setiap akhir pekan ada saja pekerjaan membuat spanduk harus saya kerjakan.

Jadi, saya terbilang mampu mengimbangi kebosanan dengan pekerjaan. Tapi ingat, pekerjaan ini jangan malah membuat kita terpaksa, tapi harus benar-benar kita suka mengerjakannya.

Istilah Pekerjaan Seni sudah lama saya pakai, dulu tidak lama setelah saya mengenal CorelDraw serta seiring dengan muncul dan menjamur distro clothing di tahun 2000-an — saya sudah membuat kartunama ditambahi kata, “JANNAH ~ Pekerjaan Seni” yang seolah-olah itu sebuah brand perusahaan yang mengerjakan bidang design grafis serta artwork.

Ya … Masih nyambung lah dengan pekerjaan jasa cetak spanduk yang hari ini masih mengisi keseharian saya.

Berbagi dengan yang kita bisa berikan

Langkah selanjutnya yang bisa kita lakukan dalam upaya mengisi waktu … Cobalah berbagi dengan yang kita bisa berikan. Suatu hari di tengah-tengah saat kita semua menghadapi krisis virus corona, seorang pelaku UMKM menghubungi saya via WA, inti dari pesannya, meminta tolong diajari pemanfaatan digital marketing.

Tanpa berlama-lama, saya langsung hampiri dan saya coba berbagi pengalaman seputar digital marketing. Pak Adang – pelaku UMKM Melati Telor Asing Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung – mendapatkan edukasi serta penguatan agar semangat jualan online apalagi di situasi pandemi covid-19 seperti sekarang.

Langkah berbagi lainnya yang bisa dilakukan seputar berbagi dengan apa yang kita bisa berikan, yaitu; menerima undangan untuk mengisi kelas online.

le Hangout Meet, saya pun mengisi kelas online beberapa waktu yang lewat kemarin (Selasa, 7 April 2020).
[dokpri]

Beberapa waktu yang lalu, Gapura Digital Bandung meminta saya untuk berbagi tentang Google My Business. Saya pun mengiyakan permintaan tersebut. Dengan menggunakan Google Hangout Meet, saya pun mengisi kelas online beberapa waktu yang lewat kemarin (Selasa, 7 April 2020).

Beres-beres Rumah

Belum lama ini saya pernah merapikan ruangan tempat saya beraktifitas yaa bisa dibilang kantor ala ala 😛

Padahal hanya sekadar membersihkan debu akan tetapi ternyata tidak cukup hanya 1 atau 2 jam. Hampir seharian saya beres-beres rumah padahal ruangan kecil (2 meter). Ternyata benar, kesibukan tersebut mampu menghilangkan rasa bosan. Coba aja 😀

Jualan Online

Sejak tahun 2014 semenjak perusahaan terakhir tempat saya bekerja dari 2009 merumahkan saya dengan alasan perusahaan tengah merugi dan perlu adanya perampingan pekerja — saya sudah berjualan dalam jaringan alias online.

Waktu itu barang yang saya jual 2 jenis; alquran (meskipun saya dirumahkan saya tetap mencoba berjualan produk dari bekas kantor ini), produk lainnya adalah madu.

Adapun hari ini saya masih jualan online memanfaatkan marketplace, website, Google My Business, Chat messenger dan media sosial. Terasa efektif ketika kita merasa bosan karena harus #wfh — salah satu solusinya Isi Waktu dengan Aktifitas yang Kita Sukai. Baik. Selamat beraktifitas!

Kategori
CERITA BARU keluarga

Keluarga Adetruna

Diuji sebagai Orangtua

Kemarin (Sabtu, 15 Maret 2020), saya diuji sebagai orangtua. Ya, begitu … Adik bungsu saya bulan depan akan menikah dan kemarin merupakan acara silaturahim perdana dari pihak laki-laki (oh iya, adik saya ini laki-laki).

Maksud dari, “diuji sebagai orangtua” adalah saya bertugas mewakili ayah saya yang seyogyanya beliau yang bicara. Walaupun untuk sekadar memperkenalkan diri dan keluarga besar Asep Truna, pada kenyataannya tidak semudah saat kita mengisi kelas pelatihan dengan audiens pelaku bisnis.

Padahal yang hadir di tempat calon mempelai wanita hanya anggota keluarga dari kedua belah pihak. Dari keluarga laki-laki; Eka Pawitra (calon mempelai laki-laki), ayah (Asep Truna), ibu (Nani Rohani), saya dan istri, kakak sulung (Ana Truna dan anaknya), kakak (Eli Marlia dan kedua anaknya). Sementara dari tuan rumah; Isma Nur Amri (calon mempelai wanita), ayah dan ibunya, kedua anaknya yang lain — semua anak dari orangtua Isma adalah perempuan yang berjumlah 6 orang.

Menyampaikan Maksud Berkunjung ke Keluarga Pihak Wanita

Alhamdulillah … Usai juga Menyampaikan Maksud Berkunjung ke Keluarga Pihak Wanita. Maksud kedatangan kami sekeluarga — tidak lain, mengucapkan terima kasih telah dengan ridha menerima sang anak, adik kami menjadi bagian dari keluarga besar pihak Isma.

Dari perkenalan lanjut dengan obrolan. Rencanyanya Eka dan Isma akan melakukan resepsi pernikahan di bulan April. Jadi masih ada waktu sekitar 4 mingguan lagi. Mereka sudah terlihat kompak, hal ini nampak dari beberapa persiapan seperti tempat, hiburan, pakaian dan lain-lain. Itu semua dikerjakan hanya berdua di sela-sela kesibukan mereka bekerja sehari-hari.

Sebagai seorang kakak kandung saya merasa bangga dengan cara berpikir dan bertindak dari keduanya khususnya bagi Eka. Karena dulu, jujur saja saya saat persiapan menikah tidak seperti itu caranya.

Ya, semoga kekompakkan ini akan langgeng dan terus kalian lakukan tanpa bosan. Jadilah pasangan yang harmonis kelak.

Berdoa dan Berusaha

Saat berangkat sore kemarin, saya mengenakan batik berangkat dari rumah mengendarai motor ditemani istri. Sepanjang perjalanan pun saya membayangkan, bagaimana dengan kedua anak saya? Mereka sedang tumbuh dewasa; Salma akan masuk jenjang perkuliahan, sedangkan Nadya tengah mengenyam bangku SMP kelas 1.

Mereka pun insya allah akan menemukan pasangannya dan berumah tangga. Perasaan ini terus ada dalam pikiran …

Keluarga Adetruna
Ki-Ka : Saya, Nadya, Salma, Risya (istri)

Ya, yang kami bisa lakukan sebagai orangtua hanya tinggal berdoa dan berusaha. Bismillah …

Kategori
CERITA LAMA pengalaman

Foto Lawas Bersama Teman Teman Blogger

Foto Lawas Bersama Teman Teman Blogger
Foto Lawas Bersama Teman Teman Blogger. ki-ka; Jarhie, Hilmangraha, Eva, Evi, Abah Raka dan Kang Adetruna

Tadi pagi, nggak pagi pagi banget sih sekira pukul 8.30-an saat browsing mencari informasi yang diperlukan. Eh, tidak diduga muncul sebuah foto yang disimpan di sebuah penyedia layanan bank data foto serta video; Flickr.

Foto yang dimaksud adalah foto bareng teman teman Blogger Bandung yang akan sudah memenuhi undangan dari Blog Detik.

Sholat Dhuhur di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta

Waktu itu (5 Desember 2015) saya dan rombongan yang terdiri dari Eva dan Evi, Abah Raka, Himangraha dan Jarhie) tiba di Purwakarta. Tidak jauh setelah keluar gerbang tol kami mencari tempat untuk beristirahat.

Tempat yang kami pilih adalah mini market dan tidak lama kemudian kita langsung memarkirkan kendaraan di pelataran parkir yang terdapat di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta.

Blooger Berfoto Bersama di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakrta
dari kiri ke kanan; saya, hilmangraha, eva, evi, abah raka dan jarhie. *5 tahun yang lalu!

Saya dan teman teman memiliki waktu yang luang sekali untuk membersihkan badan dan sembahyang dhuhur. Dan memang menunggu kehadiran teman-teman rombongan dari Jakarta, yaitu Mas Karel Anderson dan Mas Gajah Pesing dari Blog Detik.


Foto Lawas Bersama Teman Teman Blogger

Saya sudahi menceritakan tentang latar belakang foto yang saya temukan di Flickr. Selanjutnya saya akan mengulas satu per satu dari blogger yang bersama-sama telah menghadiri Spirit Budaya Purwakarta, Festival Steak Maranggi 5 tahun yang silam.

Abah Raka

Blogger pertama yang akan saya coba ulas adalah Dudi Rustandi atau kalau di lingkaran blogger akrab dipanggil dengan Abah Raka. Belum lama ini, Abah Raka sempat main ke kantor saya; Kiosagro di Antapani.

Kami sempat berdiskusi banyak hal termasuk membicarakan tentang komunitas baik blogger atau UKM Bandung. Abah ini memang sudah hobi menulis sejak remaja. Alhamdulillah dunia blogger mempertemukan saya dengan dosen dari sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung tersebut.

Fajar Hidayat a.k.a Jarhie

Blogger selanjutnya adalah Jarhie. Mungkin ya … Nama Jarhie diambil dari nama aslinya Fajar Hidayat. Hari ini Jarhie sedang bekerja di penerbitan alquran di Bandung. Kalau sudah menulis artikel, Jarhie terbaik sih … Jelas, terstruktur serta runut.

Ada banyak artikel yang sudah ditulisnya yang rata-rata membicarakan tentang cara, trik serta langkah seputar dunia internet marketing. Semua artikel memiliki kandungan positif, sayang kalau kita melewatkan begitu saja dari tulisan blogger yang sudah lama sih nggak bertemu.

Hilmangraha

Blogger yang satu ini bernama lengkap sesuai yang ditulisnya di halaman tentang; Hilman Mulya Nugraha. Waktu kita sama sama berangkat ke Purwakarta sih kang Hilman belum berumahtangga sekarang sudah menjadi bapak.

Sejak semula kenal, Hilman ini saya bisa pastikan memiliki ketertarikan yang besar di bidang ulasan gadget. Tidaklah mengherankan kalau hari ini banyak artikel artikel yang dia coba tulis berkonten ulasan gadget yang memang dia dundang untuk meliput dan mengulasnya.

Eva Saudara Kembar Evi

Yang tidak akan saya lupakan dari pengalaman berteman dengan Eva adalah ketika saya harus membawa mobil ke Tambun Bekasi. Tujuan kami untuk melakukan pembuatan konten video seputar komunitas kembar yang dikelola bareng saudara kembarnya, Evi — yaitu Twivers.

Terakhir saya menjumpai Eva di acara Home Credit. Di acara ini pun saya bertemu dengan Hilmangraha.

Evi Saudara Kembar Eva

Bicara Eva tentu saja bicara Evi juga! Keduanya sudah tidak bisa dipisahkan. Mungkin karena memang konsep branding sejak awal merintis komunitas kembar Twivers, mereka berkomitmen untuk tidak memisahkan satu sama lain.

Ada karya tulis baru yang lahir dari tangan Evi; Babad Kopi Parahyangan, Sebuah Novel (artikelnya bisa dibaca di sini). Waktu kemarin saya sempat mengucapkan selamat atas peluncuran bukunya tersebut. Dan Evi pun membalas dengan mengundang saya untuk hadir. Namun sayang sekali saya nggak bisa memenuhi ajakannya karena ada agenda lain.

Tujuan ke Purwakarta

Kembali membahas foto. Tujuan ke Purwakarta memenuhi undangan dari Karel Anderson sebagai community development dari Blog Detik. Lewat wakilnya, Mas Gajah Pesing saya diajak dan boleh ajak blogger lain. Maka saya hubungi kelima orang blogger ini.

Baik itulah sekilas informasi yang melatarbelakangi adanya Foto Lawas Bersama Teman Teman Blogger.

Kategori
CERITA BARU pendampingan

Swafoto Bersama Peserta Kelas GMB di RKB Bandung 5 Maret 2020

selalu bahagia bisa berbagi disambut dengan antusiasme yang besar dari peserta.
Selalu bahagia bisa berbagi disambut dengan antusiasme yang besar dari peserta.

Sejak malam sebelumnya Soreang diguyur hujan, dan yang peliknya lagi pasokan air bersih PDAM takkunjung mengalir. Hingga pagi waktu masuk subuh pun air yang saya tunggu memenuhi bak mandi pun nihil saya dapatkan.

Ya sudah, akhirnya saya putuskan untuk bersih-bersih ala kadarnya saja tadi pagi (5 Maret 2020). Seperti biasa, saya antar anak saya yang sulung ke sekolah menengah atas negeri yang terletak di bilangan Margahayu Sulaeman. Dengan mengenakan jas hujan model ponco, usai menurunkan Salma di sekolahnya – saya meneruskan perjalanan menuju jalan Jurang Bandung, Pasteur – Sukajadi Bandung.

Bisa Tenang Karena Berangkat Lebih Pagi

Ditambah jalanan yang padat sampai-sampai kemacetan terjadi di beberapa ruas jalan, sebut saja Sayati, By Pass Soekarno Hatta, Astana Anyar, perempatan Sudirman, Pasirkaliki hampir memiliki tingkat kemacetan yang sama tadi pagi.

Mengamati kondisi tadi pagi — saya sih mencoba menikmati saja; toh kalau dibawa perasaan malah akan buat kita stress 🙂

Sekira pukul 6.30-an Saya sudah tiba di Rumah Kreatif Bandung dan hujan masih terus mengguyur. Disambut senyum sapa dari petugas security, saya meminta ijin untuk masuk. Perasaan tenang sekali dikarenakan saya bisa datang lebih awal dibandingkan dengan peserta pelatihan.

Ini akan lebih sering saya lakukan. Mengingat pengalaman selama ini, kalau kita datang ke tempat acara sebagai pengisi lantas berangkat di waktu yang mepet atau last minute dari jadwal yang sudah ditentukan dan disepakati muncul perasaan nggak karuan — kita kuatir terlambat.

Sampai-sampai saya sempat memvideokan suasana pagi di RKB jalan Jurang tadi pagi dan saya share di Instagram TV. Ok .. Itulah sekilas #CeritaBaru yang saya alami hari ini.

Swafoto Bersama Peserta Kelas GMB di RKB Bandung 5 Maret 2020

Sempat membuat status perihal kebahagiaan bisa berbagi via Facebook.

Alhamdulillah usai sudah sharing fitur terbaru Google My Business serta memperkenalkan Apa itu Kiosagro

Workshop “Bisnis Kreatif di Era Digital pada 7 Maret 2020 di Salman ITB

Menyoal pelatihan, saya dan tim Kiosagro akan mengisi Workshop “Bisnis Kreatif di Era Digital pada 7 Maret 2020 di Salman ITB.

Mengutip apa yang disebutkan oleh founder Kiosagro, Hadiyan Nur Sofyan pada sebuah kesempatan, mengatakan, “Bukan kemiskinan yang membuat bodoh, tapi kebodohanlah yang telah membuat miskin.”. Ayo daftarkan diri Anda segera ?!

Kategori
pendampingan

Isi Pelatihan di Rumah Kreatif BUMN Bandung

Bicara Isi Pelatihan di Rumah Kreatif BUMN Bandung, memang ini bukan kali pertama bagi saya. Akan tetapi ini menjadi ajang perdana di 2020, saya diutus oleh Gapura Digital Bandung untuk memberikan materi Optimalisasi Bisnis Menggunakan Google.

Saya tidak sendiri, pada waktunya nanti (5 Maret 2020), ditemani oleh Herman Gunadi dari Chatat ID. Kang Herman — begitu saya biasa menyapanya — akan menjelaskan tentang Catatan Pembukuan Digital.

Dengan materi seperti tersebut, rasa-rasanya peserta akan mendapatkan materi yang lebih dari cukup. Mengingat, keberhasilan bisnis diawali dengan branding dan omzet mengikuti.

Promosikan Produk Menggunakan Google My Business

Cara termudah melakukan langkah ini adalah dengan memaksimalkan mesin pencarian Google untuk mempromosikan produk yang kita punya menggunakan Google My Business.

Sehingga ketika pelaku bisnis sudah merasakan manfaat — katakanlah dia berhasil memiliki brand terbilang menarik perhatian dan disukai maka tujuan mendapatkan omzet sesuai target akan sangat mungkin diperoleh.

Manajemen Keuangan terutama Catatan Pembukuan

Lalu apa setelah berhasil? Tentu saja memperkuat sisi manajemen khususnya bidang keuangan. Nah, Kang Herman adalah orang yang piawai mengenai Manajemen Keuangan terutama Catatan Pembukuan seperti Neraca rugi laba, jurnal terbalik, modal awal dan lain-lain. Kang Herman pula yang akan mengisi pengetahuan tentang cara mudah mengelola keuangan lewat catatan pembukuan digital.

ADETRUNA Isi Pelatihan di Rumah Kreatif BUMN Bandung

Ini akan menjadi kombinasi materi yang menarik dari saya dan Kang Herman saat Isi Pelatihan di Rumah Kreatif BUMN Bandung. Semoga saja kami dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang bisa diaplikasikan oleh sekira 30 orang di kelas nanti. Aamiiin …

Kategori
CERITA LAMA kuliner

Foto Bareng Ali Muakhir Pulang dari Pangkalpinang

Foto Bareng Ali Muakhir Pulang dari Pangkalpinang – Melihat foto yang saya coba tampilkan di bagian bawah nanti, saya langsung terlempar ke lorong waktu. Tepatnya di tahun 2016.

Bertolak malam hari dari pool bis Primajasa Caringin, Soekarno Hatta – saya berangkat dalam suasana duka mengingat kepulangan bapak mertua dipanggil sang Khaliq.

Tiba dini hari (Sabtu, 27/2/2016) di bandara Soekarno Hatta sudah hadir pula Kang Ali Muakhir. Meskipun kami sama-sama dari Bandung, kami menggunakan jalur kendaraan yang berbeda untuk bisa sampai di tempat kumpul.

Menjejakkan Kaki untuk Pertama Kali di Bandara Depati Amir

Setelah semua orang dari #KelasBlogger kumpul, kami pun berangkat ke Pangkalpinang. Dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air, kami semua mengudara yang disambut akhir pekan pagi hari yang cerah.

Kami seluruhnya berjumlah 18 orang satu per satu menaiki pesawat terbang pada pukul 6.40 dan tiba satu jam kemudian di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Takperlu dipertanyakan lagi, apalagi blogger … Kami semua narsis di Bandara yang sejak 2007 telah dan terus dikelola oleh PT. Angkasa Pura II ini.

Wisata Kuliner Mie Koba Iskandar di Bangka Tengah

Rekan kami sebagai tuan rumah sudah menyediakan kendaraan yang memang bertujuan menjemput kami pagi itu. Toyota Hiace keluaran terbaru menjadi kendaraan yang membawa kami, tujuannya ke arah Bangka Tengah untuk wisata kuliner Mie Koba Iskandar.

Wisata Kuliner Mie Koba Iskandar di Bangka Tengah

Usai menikmati sajian Mie Koba Iskandar di Bangka Tengah, rombongan #KelasBlogger yang dipimpin oleh Kang Arul “Dosen Galau” menyambung perjalanan ke yang dilanjutkan dengan berkunjung ke tempat pengasingan Bung Karno Gunung Menumbing, Muntok Bangka Barat. Dari tempat ini kita bisa melihat fakta-fakta sejarah di masa kelam yang dihadapi Soekarno.

Dalam blognya, Ali Muakhir menulis bahwa ada ruang bernomor 102 di Giri Sasana Menumbing – nama lengkap tempat bersejarah tersebut. Ruangan inilah Soekarno dan kawan-kawan antara lain; Mohammad Hatta, Mr A.G. Pringgodigdo, Mr. Assaat serta Komodor Udara S Suryadarma. Itu semua rombongan pertama yang tiba di Manumbing pada 22 Desember 1948 dari Yogyakarta.

Lalu rombongan kedua yaitu; Mr. Moh Roem dan Mr. Ali Sastroamidjojo, yang sengaja dibawa dari Yogyakarta menuju Manumbing oleh Belanda pada 31 Desember 1948.

Sementara itu rombongan ketiga yang terdiri dari; Bung karno dan Agus Salim yang dibawa ke Bangka pada tanggal 6 Februari 1949 dari tempat pengasingan asal yaitu Kota Prapat, Sumatera Utara.

Foto Bareng Ali Muakhir Pulang dari Pangkalpinang

Foto Bareng Ali Muakhir Pulang dari Pangkalpinang

Kedua negarawan ini datang dengan menumpangi pesawat Catalina dengan landasan pendaratan di Sungai Pangkalbalam. Pindah ke Bangka ini memang keinginan yang disampaikan langsung oleh Bung Karno. Tujuannya Soekarno dan H. Agus Salim bisa dengan mudah ketika harus berkoordinasi atau berkonsultasi kepada Mohammad Hatta. Permintaan tidak direstui begitu saja, rombongan dibagi dua. Ada rombongan yang harus tinggal di Menumbing, ada pula yang harus menetap di Wisma Ranggam di Kota Mentok yang berjarak sekira 10 km dari Menumbing.

foto: Kang Alee (Ali Muakhir)

Kegembiraan kami datang ke Sasana Giri Menumbing ini sempat dikejutkan dengan adanya ular di ranting pohon yang takjauh dari pintu masuk bangunan pengasingan bersejarah ini.

Kami semua lumayan tersedot perhatian dengan kehadiran ular berwarna hijau itu. Tapi bagi orang orang yang biasa ada di sana sih bukan hal yang mengejutkan. Karena ular tersebut memang sejak awal bangunan ini ada sudah menempati tempat itu. Umurnya berapa coba?

Senangnya Bisa Menaiki Mercusuar Tanjung Kalian Light House

Usai dari tempat pengasingan presiden RI yang pertama, rangkaian selanjutnya adalah mengunjungi Tanjung Kalian Light House.

adetruna berpose di dekat Mercusuar Tanjung Kalian Light House

Saat melihat mercusuar Tanjung Kalian yang menjulang, membuat enggan untuk menjajal agar bisa mencapai puncaknya. Akan tetapi melihat semangat yang lain, saya pun merasa banyak teman untuk mencapai puncak.

Saya sempat menghitung jumlah lantai yang ada di dalam bangunan menara Tanjung Kalian. Semuanya ada 20 lantai, setiap lantai ada jendela tanpa pintu. Jendela melingkar dan dibiarkan bolong. Setiap lantai kita akan melihat pemandangan yang berbeda karena semakin ke atas pandangan ke depan akan menjadi berbeda.

Selesai dan puas dari Sasana Giri Menumbing, Kelas Blogger melanjutkan perjalanan ke sebuah museum. Adalah gedung Banka Tinwining Berdrift, Perusahaan Timah Belanda di Pulau Bangka pada masa Kolonial. Bangunan ini hingga sekarang masih kokoh dan menjadi museum timah kebanggaan Pangkalpinang lebih tepatnya di daerah Muntok Bangka Barat.

Kuliner Lagi! Kali ini Makan Siang di Raja Laut, Sungai Liat

Waktu itu di Museum cukup menyenangkan hingga lupa waktu sudah siang. Kelas Blogger masih banyak yang menikmati benda-benda bersejarah seputar dunia timah. Tidak semua orang lupa waktu sih … Di antara kami ada yang mengingatkan kalau kita akan maka siang di Raja Laut, Sungai Kaliat. Kuliner lagi deh!

Waktu itu saya termasuk orang yang kalap. Apa pasal? Ya, karena terbilang tidak sering saya bisa menyantap sajian makanan berat seafood seperti waktu itu.

Waktu itu saya termasuk orang yang kalap. Ya tidak sering saya bisa menyantap sajian makanan berat seafood.
foto: Hermini

Nah, waktu itu kesempatan untuk makan siang dengan menu ikan laut sangat besar, mumpung ada kesempatan — saya pun tidak banyak basa-basi meskipun yang ada di depan saya waktu itu adalah ketua kelas — siapa lagi kalau bukan Kang Arul.

Kelas Blogger Berkunjung ke pantai Pantai Parai – Marina Bay

Destinasi tiada akhir! Itu kesan saya dalam hati yang hingga hari ini masih terus terkenang. Setelah makan seafood, Kelas Blogger langsung diajak oleh tuan rumah ke pantai yang bernama Pantai Parai – Marina Bay. Yang nggak ada lagi kalau bukan selfie-selfie di pantai yang dialiri oleh sungai Liat tersebut.

Semua yang tertulis pada artikel Foto Bareng Ali Muakhir Pulang dari Pangkalpinang tersebut bisa juga terwakili oleh unggahan video YouTube milik mbak Novita Sari ini, ya …

Atau yang ini …

Masih banyak sebenarnya yang belum diungkap, tapi yaa … Segini aja dulu yaaa .. Terima kasih sudah menyempatkan mampir dan membaca cerita lama saya ini. Salam …