Kategori
CERITA BARU keluarga pengalaman

Biayanya 350.000 untuk Perpanjangan dan Ganti SIM Lama dengan SIM Baru di Outlet SIM Online Kopo Square

Sebelum saya lanjutkan pengalaman baru tentang Biaya Perpanjangan dan Ganti SIM Lama dengan SIM Baru di Outlet SIM Online Kopo Square, saya akan ceritakan hal lain terlebih dulu.

Antar Pesanan 5 (Lima) Botol Bandrek Abah

Jadi, tadi pagi (Kamis, 29/7), sekira pukul 9.30 – saya bertolak dari Soreang ke Hotel Bukit Dago di bilangan jalan Ir. H. Juanda No.311. Tujuannya mengantarkan pesanan Bandrek Abah sebanyak 5 (lima) botol.

Sepulang dari Hotel, istri saya mengingatkan kalau hari ini tanggal jatuh tempo perpanjangan SIM.

“(Perpanjangan dan Ganti SIM-nya) harus sekarang, kalo gak bakalan kena biaya proses bikin SIM baru,” tulis istri saya di chat WA.

Idealnya Proses Perpanjangan SIM 2 Minggu Sebelum Masa Berlaku Habis

Sekarang tanggal 29 Juli, hari di mana saya harus memperpanjang dan ganti SIM lama baik A dan C dengan SIM baru. Kalau kita baca ketentuan yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian, seperti yang sudah ditulis oleh akun instagram @tmcpolrestabandung, bener kata istri saya — salah satu poinnya menyebutkan, “Proses perpanjangan SIM dapat dilakukan 14 hari sebelum masa berlakunya habis”. Tapi, saya tadi datang ke Outlet SIM Online pas di hari H masa berlakunya habis.

Mohon tidak ditiru ya, pembaca … Bukan apa-apa, kalau pembaca lupa tidak ada toleransi lagi, seperti yang ditulis pada poin selanjutnya dari peraturan tersebut.

“Apabila SIM yang telah melebihi masa berlakunya, bisa diproses di SATPAS/POLRESTA dengan cara mengajukan permohonan pembuatan SIM baru.”

Biayanya 350.000 untuk Perpanjangan dan Ganti SIM Lama dengan SIM Baru di Outlet SIM Online Kopo Square

Tiba di Kopo Square sekira pukul 11 siang kurang. Saya harus bayar parkir 4 ribu, kemudian fotokopi berkas SIM dan KTP berikut map sebesar 6 ribu. Setelah itu, berkas dibawa ke loket penerimaan dan Biayanya 350.000 untuk Perpanjangan dan Ganti SIM Lama dengan SIM Baru di Outlet SIM Online Kopo Square.

Prosesnya berlangsung cepat, sekira setengah jam kurang lebih saya menunggu proses ganti SIM lama dengan SIM baru. Situasinya memang tidak banyak orang yang antri. Hanya berempat saja waktu tadi saya ke outlet SIM Online Kopo Square.

Kesimpulan

Tadi saya merogoh kocek sebesar 360.000 (tiga ratus enam puluh ribu rupiah):

4000 — parkir

6000 — Fotokopi SIM dan KTP termasuk beli map

350.000 — proses Perpanjangan dan Ganti SIM Lama dengan SIM Baru.

Itu saja sedikit pengalaman baru yang bisa saya ceritakan di sini. Semoga bermanfaat

Kategori
CERITA BARU

Dicari Blogger untuk Review Produk

Yang dicari adalah blogger laki-laki.

Dicari Blogger Laki-Laki untuk Review Produk …

  • Blogger Indonesia
  • Umur 23 – 38 tahun
  • Traffic Blog ribuan per hari (syarat ini tidak mengikat)
Dicari Blogger untuk Review Produk

Udah itu saja syaratnya. – Siapa yang mau dilist? Jawab di kolom komentar ya 🙂

Kategori
CERITA BARU pengalaman

Repotnya Menjadi Penyintas Covid 19

Hari ini (Senin, 5 Juli 2021) adalah ekstra tambahan hingga dua hari ke depan, saya harus isolasi mandiri. Pernyataan ini disampaikan di grup Pemantauan Penyintas Covid 19 yang dikelola langsung oleh seorang tenaga kesehatan Puskesmas Soreang, Ibu Lusiana.

14 hari sebelumnya saya positif seusai melakukan Pemeriksaan Rapid Test Antigen Sars Cov-2 Metode In Vitro Diagnostic Antigen. Pemeriksaannya di Klinik Anugrah Sehat Cingcin, jalan Raya Soreang Cingcin no. 442.

Istri sungguh luar biasa mengurus saya saat repot diterjang sakit. Risya, istri saya paling erat melakukan kontak fisik sehingga istri saya pun sama-sama positif.

Selama ini kami di rumah hanya bertiga, saya, istri dan anak bungsu. Setelah diperiksa, anak saya negatif. Untuk mengantisipasi agar tidak terinfeksi, anak saya, Nadya – kami evakuasi ke rumah kakak ipar. Di perumahan yang sama (Soreang Indah) namun di blok paling depan.

Selama rentang 14 hari kemarin, satu minggu pertama adalah masa-masa sulit saya menahan sakit. Meriang, takberselera makan, dari pagi hingga menjelang malam badan pegal-pegal, rongga mulut takmenentu; kadang sakit tenggorokan. Tidur pun tidak pernah tenang.

Selama isolasi mandiri, semuanya serba dipaksa. Makan, minum, ke kamar mandi. Pernah di hari-hari akhir, saya mandi. Tapi karena badan belum 100% fit — badan meriang, kepala migren dan sedikit pilek.

Kembali menyoal ekstra tambahan isoman, karena di grup WA, ibu Lusiana bertanya tentang kondisi akhir saya seperti apa sekarang. Saya bilang, “Alhamdulillah sudah sehat, tapi masih suka merasa pening.” Untuk itu saya harus isoman dengan tambahan waktu tiga hari.

“Karena tidak menutup kemungkinan, kalau mencoba kembali beraktifitas ke luar rumah dengan kondisi yang belum benar-benar pulih akan rentan terkena covid 19 lagi,” tegas ibu Lusi.

Belum lama ini seorang kawan senasib bilang di WA, “Ternyata benar ada (Covid 19) … Ampun deh gakmau kena lagi.”

Setuju … Saya pun merasakan Repotnya Menjadi Penyintas Covid 19.

Alhamdulillah … Saya akhirnya bisa sembuh dan bagi pembaca tetap jalani protokol kesehatan ya. Supaya tetap jaga jarak, selalu menggunakan masker ke mana saja selama beraktifitas, rajin mencuci tangan dan tetap yakin, optimis serta semangat dalam menjalani kegiatan sehari-hari.