Kategori
CERITA BARU pengalaman

Asep Sunandar Rela Jauh-Jauh ke Soreangku Print On Demand

Minggu pagi yang lalu (1 Nopember 2020), saya mendapatkan satu notifikasi GMB (Google My Business) di smartphone — sebenarnya masuk email juga, tapi lewat ponsel pintar jauh lebih gercep. Push notification-nya langsung terbaca.

Begitu muncul, terbaca nama yang tidak asing bagi saya. Nama seorang maestro, seniman wayang golek kebanggaan Jawa Barat, Asep Sunandar (Sunarya).

“Kang bisa langsung jadi, cetak spanduk? menjadi awal percakapan dari kang Asep Sunandar.

Awal Komunikasi dari Asep Sunandar Order Spanduk di Aplikasi Google My Business
Awal Komunikasi dari Asep Sunandar Order Spanduk di Aplikasi Google My Business

Asep Sunandar yang Order Spanduk via GMB ini tentu saja bukan Asep Sunandar Sunarya (almarhum) hanya kebetulan saja, kesamaan dalam nama.

Jauh-jauh Order Spanduk Dari Pangalengan ke Soreang

Kang Asep Sunandar memiliki alasan yang mendasar kenapa jauh-jauh dari Pangalengan order spanduk ke tempat Soreangku POD. Usut punya usut, pria yang berperawakan kecil ini kesal dengan pencetak spanduk yang biasa dia mintai tolong.

“Masa cetak ukuran segini aja (1m x 0,9m) harus satu minggu lamanya,” ujarnya.

Itulah kenapa meskipun harus menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lama, Kang Asep dengan penuh semangat mendatangi tempat saya. “Maaf tadi di WA saya begitu tegas bertanya, ‘bisa (selesai hari ini)-red atau tidak?'”.

Saat Kang Asep mulai bergerak ke rumah untuk mengambil spanduk yang dibuatnya, saat itu pula dia menunjukkan lama perjalanan berdasarkan informasi yang diberikan oleh Google Maps. Perlu 40 Menit lamanya atau setara dengan 13 km dari Pangalengan ke Soreang. Seperti yang ditunjukkan oleh Kang Asep Sunandar lewat WA.

Perlu 40 Menit lamanya atau setara dengan 13 km dari Pangalengan ke Soreang

Cetak Spanduk Budidaya Madu Sebanyak 2 Lembar

Asep Sunandar Order Spanduk sebanyak dua lembar masing-masing ukurannya 1m x 0,9m. Koordinasi proses pembuatan spanduk yang diinginkan oleh Kang Asep terbilang lancar. Mulai dari redaksi yang ingin tertuang di dalam spanduk hingga foto-foto yang terpampang di dalam spanduk pun lancar.

Akhirnya spanduk Budidaya Madu sebanyak dua lembar pun sudah selesai dicetak. Kelihatan sekali Kang Asep merasa ‘sreg’ dengan hasil print, sesuai harapan.

“Saya akan berlangganan tapi tolong harganya dikurangin, ya,” tanyanya seraya berharap.

“Siap. Bisa diatur,” jawab saya.

Rumah Budidaya Lebah Madu desa Cikalong Cimaung Kabupaten Bandung
Spanduk Rumah Budidaya Lebah Madu desa Cikalong Cimaung Kabupaten Bandung

Kang Asep Sunandar pun pamit untuk kembali menempuh jarak 13 kilometer dari Soreangku Print on Demand ke rumahnya di Pangalengan. Dengan dua lembar spanduk yang disimpannya di bawah jok motor matic yang ditungganginya, beliau pun mohon pamit.

Ok Kang Asep Sunandar … Sukses terus dengan budidaya serta jualan madunya …

Kategori
CERITA BARU pengalaman

Akhirnya … Saya Menjalani Rapid Test

Sekira pukul setengah sembilan, dengan ditemani oleh istri – pagi tadi (Selasa, 6 Oktober 2020) saya bergegas menuju salah satu klinik yang tidak jauh lokasinya dari rumah.

Tujuannya adalah saya hendak menjalani rapid test. Bukan karena saya penasaran oleh sebab sejak awal pandemi dari yang harganya bisa mencapai setengah juta sampai dengan saat ini (di Soreang) tarifnya hanya 170 ribu saja — bukan karena itu … Akan tetapi, saya harus mentaati peraturan.

Ditangani ibu dokter yang bertugas, Nita Ayu Toraya adetruna menjalani Rapid Test Covid-19
Ditangani ibu dokter yang bertugas Nita Ayu Toraya saya menjalani Rapid Test Covid-19

Beberapa minggu yang lalu, saya diundang oleh UPTD P3W Jabar (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat) untuk mengisi kelas pada hari Rabu 7 Oktober 2020 jam 8 pagi.

Mengajar di Kelas Pemanfaatan Marketplace dan Sosial Media

Saya memenuhi undangan untuk bersedia mengajar di kelas Pemanfaatan Marketplace dan Sosial Media dan harus mengikuti protokol kesehatan covid-19, yaitu menjalani rapid test. Baru tadi pagi saya sempat menjalaninya di sebuah klinik bilangan jalan raya Soreang Bandung, lebih tepatnya di Cingcin.

Saya Dinyatakan Non Reaktif

Alhamdulillah … Saya mengantongi surat dari dr. Nita Ayu Toraya selaku dokter yang bertugas. Dan setelah dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antibody igM/igG Covid-19 saya dinyatakan Non Reaktif. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat keterangan untuk dipergunakan sebagai mana mestinya.

Suhu Tubuh 36,8ºC

Hal lain yang dijelaskan dan tertuang dalam surat keterangan sebanyak dua lembar dari Klinik Anugrah Sehat Cingcin Soreang Kabupaten Bandung, yaitu suhu tubuh 36,8ºC (normal) dan pada pemeriksaan fisik dalam keadaan sehat.

Berapa Tarif Menjalani Rapid Test?

Ada banyak jawaban untuk pertanyaan, “Berapa tarif menjalani Rapid Test?” Beberapa sumber informasi menyebutkan tarif untuk saat ini.

✔ RS. Al Islam mematok tarif 150 ribu,

✔ Stasiun KA Bandung mematok tarif 80 ribu,

✔ Lab Parahita mematok tarif 150 ribu.

Namun saya teringat satu hal, sekitar 3 bulan yang lalu ada pelanggan dari Soreangku Print on Demand mencetak spanduk yang menjelaskan pelayanan Rapid Test. Setiap pelanggan yang mencetak spanduk itu biasanya saya simpan data kontaknya. Kebiasaan ini membuat saya mudah untuk mencarinya apabila perlu. Seperti saat ini contohnya. Tanpa banyak kesulitan, saya menemukan datanya di menu kontak ponsel pintar.

Alhamdulillah terhubung dan benar, saya pun bertanya tarif, suara pria di ujung telepon di sana menjawab, “170 ribu.” Dengan segera saya memutuskan untuk menjalani rapid test-nya di Soreang saja tidak perlu jauh-jauh ke kota Bandung. Saya pikir, “walau agak mahal tapi dekat, sebaliknya walau agak murah tapi jauh.”.

Alamat Klinik Anugrah Sehat Cingcin

Bagi Anda yang ingin mengetahui alamat dari Klinik ASC atau Klinik Anugrah Sehat Cingcin, berikut ini selengkapnya.

Jalan Raya Soreang Cingcin No. 422 – Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung 40911. Anda bisa juga menghubungi lewat telepon, 022-5894850 .

https://kangade.web.id

Itulah sedikit pengalaman yang saya alami tadi pagi, dan … Akhirnya, Saya Menjalani Rapid Test. Lega rasanya berangkat mengajar dan membawa Surat Keterangan Hasil Rapid Test dari Lembaga Kesehatan (Klinik Anugrah Sehat Cingcin) yang menyatakan Non Reaktif dan Sehat. Bagaimana dengan Anda? Silakan komentar di bawah.

Kategori
CERITA BARU pengalaman

Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang

Saat tulisan ini saya tulis sekarang, langit sore di Soreang tengah cerah. Angkasa diselimuti oleh awan cirrus yang memang teman akrab bagi langit yang sedang cerah. Dari literatur yang pernah saya baca menyebutkan kalau awan cirrus kerap berisi kristal es makanya awan cirrus bisa dikatakan jarang sekali menghasilkan hujan.

Berbicara produk berarti bicara bisnis online. Saya sendiri adalah pelaku bisnis online, tepatnya pedagang. Saya jualan banyak produk termasuk jasa. Produk yang saya miliki dan biasa dijual adalah makanan dan herbal. Dengan adanya langit cerah bersama awan cirrus ini sebenarnya adalah kesempatan emas atau waktu yang tepat untuk foto produk bagi pedagang online.

Waktu yang Tepat untuk Foto Produk

Kenapa? Karena memang cahaya alami seperti cahaya di saat langit cerah, paparannya sangat ideal. Bisa jadi besok kita tidak menemukan lagi cahaya alami dari langit cerah. Ini bisa menjadi trik yang keren sih bagi kita yang kepengen memiliki aset foto produk yang baik dan berkualitas tanpa harus merogoh kocek biaya sewa alat seperti lampu yang biasa digunakan untuk memotret a la studio. Dan memotret pun cukup menggunakan smartphone.

Waktu yang Tepat untuk Membuka Jendela

Matahari yang baik untuk kesehatan atau bermanfaat bagi tubuh kita adalah sinar matahari pagi dan sore. Kita sering dengar orangtua kita menyarankan kepada kita untuk moyan (bahasa Sunda yang artinya berjemur di waktu pagi). Karena memang benar, dari tulisannya pakar kesehatan seringkali dijelaskan bahwa waktu yang baik bagi tubuh mendapatkan paparan sinar matahari adalah pukul 10 pagi atau 3 hingga 4 sore.

Saya pun membuka lebar-lebar jendela kantor Soreangku Print on Demand dan membiarkan masuk cahaya matahari ke dalam ruangann. Benar-benar menerangi seluruh sudut dalam kantor ini. Dan tadi saya sempat memotret beberapa simulasi foto produk dengan bantuan pencahayaan alami saat Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang.

Foto-foto Hasil Pemotretan dengan Pencahayaan Alami

Foto-foto Hasil Pemotretan dengan Pencahayaan Alami
Foto-foto Hasil Pemotretan dengan Pencahayaan Alami saat Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang

Baik itu saja sedikit berbagi cerita tentang Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang. Semoga bisa menemani aktifitas Anda saat ini … Salam baktos ti Soreang!