Kategori
CERITA BARU pengalaman

Asep Sunandar Rela Jauh-Jauh ke Soreangku Print On Demand

Minggu pagi yang lalu (1 Nopember 2020), saya mendapatkan satu notifikasi GMB (Google My Business) di smartphone — sebenarnya masuk email juga, tapi lewat ponsel pintar jauh lebih gercep. Push notification-nya langsung terbaca.

Begitu muncul, terbaca nama yang tidak asing bagi saya. Nama seorang maestro, seniman wayang golek kebanggaan Jawa Barat, Asep Sunandar (Sunarya).

“Kang bisa langsung jadi, cetak spanduk? menjadi awal percakapan dari kang Asep Sunandar.

Awal Komunikasi dari Asep Sunandar Order Spanduk di Aplikasi Google My Business
Awal Komunikasi dari Asep Sunandar Order Spanduk di Aplikasi Google My Business

Asep Sunandar yang Order Spanduk via GMB ini tentu saja bukan Asep Sunandar Sunarya (almarhum) hanya kebetulan saja, kesamaan dalam nama.

Jauh-jauh Order Spanduk Dari Pangalengan ke Soreang

Kang Asep Sunandar memiliki alasan yang mendasar kenapa jauh-jauh dari Pangalengan order spanduk ke tempat Soreangku POD. Usut punya usut, pria yang berperawakan kecil ini kesal dengan pencetak spanduk yang biasa dia mintai tolong.

“Masa cetak ukuran segini aja (1m x 0,9m) harus satu minggu lamanya,” ujarnya.

Itulah kenapa meskipun harus menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lama, Kang Asep dengan penuh semangat mendatangi tempat saya. “Maaf tadi di WA saya begitu tegas bertanya, ‘bisa (selesai hari ini)-red atau tidak?'”.

Saat Kang Asep mulai bergerak ke rumah untuk mengambil spanduk yang dibuatnya, saat itu pula dia menunjukkan lama perjalanan berdasarkan informasi yang diberikan oleh Google Maps. Perlu 40 Menit lamanya atau setara dengan 13 km dari Pangalengan ke Soreang. Seperti yang ditunjukkan oleh Kang Asep Sunandar lewat WA.

Perlu 40 Menit lamanya atau setara dengan 13 km dari Pangalengan ke Soreang

Cetak Spanduk Budidaya Madu Sebanyak 2 Lembar

Asep Sunandar Order Spanduk sebanyak dua lembar masing-masing ukurannya 1m x 0,9m. Koordinasi proses pembuatan spanduk yang diinginkan oleh Kang Asep terbilang lancar. Mulai dari redaksi yang ingin tertuang di dalam spanduk hingga foto-foto yang terpampang di dalam spanduk pun lancar.

Akhirnya spanduk Budidaya Madu sebanyak dua lembar pun sudah selesai dicetak. Kelihatan sekali Kang Asep merasa ‘sreg’ dengan hasil print, sesuai harapan.

“Saya akan berlangganan tapi tolong harganya dikurangin, ya,” tanyanya seraya berharap.

“Siap. Bisa diatur,” jawab saya.

Rumah Budidaya Lebah Madu desa Cikalong Cimaung Kabupaten Bandung
Spanduk Rumah Budidaya Lebah Madu desa Cikalong Cimaung Kabupaten Bandung

Kang Asep Sunandar pun pamit untuk kembali menempuh jarak 13 kilometer dari Soreangku Print on Demand ke rumahnya di Pangalengan. Dengan dua lembar spanduk yang disimpannya di bawah jok motor matic yang ditungganginya, beliau pun mohon pamit.

Ok Kang Asep Sunandar … Sukses terus dengan budidaya serta jualan madunya …

Kategori
CERITA BARU pengalaman

Akhirnya … Saya Menjalani Rapid Test

Sekira pukul setengah sembilan, dengan ditemani oleh istri – pagi tadi (Selasa, 6 Oktober 2020) saya bergegas menuju salah satu klinik yang tidak jauh lokasinya dari rumah.

Tujuannya adalah saya hendak menjalani rapid test. Bukan karena saya penasaran oleh sebab sejak awal pandemi dari yang harganya bisa mencapai setengah juta sampai dengan saat ini (di Soreang) tarifnya hanya 170 ribu saja — bukan karena itu … Akan tetapi, saya harus mentaati peraturan.

Ditangani ibu dokter yang bertugas, Nita Ayu Toraya adetruna menjalani Rapid Test Covid-19
Ditangani ibu dokter yang bertugas Nita Ayu Toraya saya menjalani Rapid Test Covid-19

Beberapa minggu yang lalu, saya diundang oleh UPTD P3W Jabar (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat) untuk mengisi kelas pada hari Rabu 7 Oktober 2020 jam 8 pagi.

Mengajar di Kelas Pemanfaatan Marketplace dan Sosial Media

Saya memenuhi undangan untuk bersedia mengajar di kelas Pemanfaatan Marketplace dan Sosial Media dan harus mengikuti protokol kesehatan covid-19, yaitu menjalani rapid test. Baru tadi pagi saya sempat menjalaninya di sebuah klinik bilangan jalan raya Soreang Bandung, lebih tepatnya di Cingcin.

Saya Dinyatakan Non Reaktif

Alhamdulillah … Saya mengantongi surat dari dr. Nita Ayu Toraya selaku dokter yang bertugas. Dan setelah dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antibody igM/igG Covid-19 saya dinyatakan Non Reaktif. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat keterangan untuk dipergunakan sebagai mana mestinya.

Suhu Tubuh 36,8ºC

Hal lain yang dijelaskan dan tertuang dalam surat keterangan sebanyak dua lembar dari Klinik Anugrah Sehat Cingcin Soreang Kabupaten Bandung, yaitu suhu tubuh 36,8ºC (normal) dan pada pemeriksaan fisik dalam keadaan sehat.

Berapa Tarif Menjalani Rapid Test?

Ada banyak jawaban untuk pertanyaan, “Berapa tarif menjalani Rapid Test?” Beberapa sumber informasi menyebutkan tarif untuk saat ini.

✔ RS. Al Islam mematok tarif 150 ribu,

✔ Stasiun KA Bandung mematok tarif 80 ribu,

✔ Lab Parahita mematok tarif 150 ribu.

Namun saya teringat satu hal, sekitar 3 bulan yang lalu ada pelanggan dari Soreangku Print on Demand mencetak spanduk yang menjelaskan pelayanan Rapid Test. Setiap pelanggan yang mencetak spanduk itu biasanya saya simpan data kontaknya. Kebiasaan ini membuat saya mudah untuk mencarinya apabila perlu. Seperti saat ini contohnya. Tanpa banyak kesulitan, saya menemukan datanya di menu kontak ponsel pintar.

Alhamdulillah terhubung dan benar, saya pun bertanya tarif, suara pria di ujung telepon di sana menjawab, “170 ribu.” Dengan segera saya memutuskan untuk menjalani rapid test-nya di Soreang saja tidak perlu jauh-jauh ke kota Bandung. Saya pikir, “walau agak mahal tapi dekat, sebaliknya walau agak murah tapi jauh.”.

Alamat Klinik Anugrah Sehat Cingcin

Bagi Anda yang ingin mengetahui alamat dari Klinik ASC atau Klinik Anugrah Sehat Cingcin, berikut ini selengkapnya.

Jalan Raya Soreang Cingcin No. 422 – Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung 40911. Anda bisa juga menghubungi lewat telepon, 022-5894850 .

https://kangade.web.id

Itulah sedikit pengalaman yang saya alami tadi pagi, dan … Akhirnya, Saya Menjalani Rapid Test. Lega rasanya berangkat mengajar dan membawa Surat Keterangan Hasil Rapid Test dari Lembaga Kesehatan (Klinik Anugrah Sehat Cingcin) yang menyatakan Non Reaktif dan Sehat. Bagaimana dengan Anda? Silakan komentar di bawah.

Kategori
CERITA BARU pengalaman

Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang

Saat tulisan ini saya tulis sekarang, langit sore di Soreang tengah cerah. Angkasa diselimuti oleh awan cirrus yang memang teman akrab bagi langit yang sedang cerah. Dari literatur yang pernah saya baca menyebutkan kalau awan cirrus kerap berisi kristal es makanya awan cirrus bisa dikatakan jarang sekali menghasilkan hujan.

Berbicara produk berarti bicara bisnis online. Saya sendiri adalah pelaku bisnis online, tepatnya pedagang. Saya jualan banyak produk termasuk jasa. Produk yang saya miliki dan biasa dijual adalah makanan dan herbal. Dengan adanya langit cerah bersama awan cirrus ini sebenarnya adalah kesempatan emas atau waktu yang tepat untuk foto produk bagi pedagang online.

Waktu yang Tepat untuk Foto Produk

Kenapa? Karena memang cahaya alami seperti cahaya di saat langit cerah, paparannya sangat ideal. Bisa jadi besok kita tidak menemukan lagi cahaya alami dari langit cerah. Ini bisa menjadi trik yang keren sih bagi kita yang kepengen memiliki aset foto produk yang baik dan berkualitas tanpa harus merogoh kocek biaya sewa alat seperti lampu yang biasa digunakan untuk memotret a la studio. Dan memotret pun cukup menggunakan smartphone.

Waktu yang Tepat untuk Membuka Jendela

Matahari yang baik untuk kesehatan atau bermanfaat bagi tubuh kita adalah sinar matahari pagi dan sore. Kita sering dengar orangtua kita menyarankan kepada kita untuk moyan (bahasa Sunda yang artinya berjemur di waktu pagi). Karena memang benar, dari tulisannya pakar kesehatan seringkali dijelaskan bahwa waktu yang baik bagi tubuh mendapatkan paparan sinar matahari adalah pukul 10 pagi atau 3 hingga 4 sore.

Saya pun membuka lebar-lebar jendela kantor Soreangku Print on Demand dan membiarkan masuk cahaya matahari ke dalam ruangann. Benar-benar menerangi seluruh sudut dalam kantor ini. Dan tadi saya sempat memotret beberapa simulasi foto produk dengan bantuan pencahayaan alami saat Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang.

Foto-foto Hasil Pemotretan dengan Pencahayaan Alami

Foto-foto Hasil Pemotretan dengan Pencahayaan Alami
Foto-foto Hasil Pemotretan dengan Pencahayaan Alami saat Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang

Baik itu saja sedikit berbagi cerita tentang Langit Sore Bersama Awan Cirrus di Soreang. Semoga bisa menemani aktifitas Anda saat ini … Salam baktos ti Soreang!

Kategori
bisnis CERITA BARU

Membuatkan Kemasan Standing Pouch untuk Seblak Kering

Pelanggan Menghubungi via Whatsapp

Sekitar 2 minggu yang lalu, saya menerima pesan lewat chat messenger Whatsapp dari nomor yang belum saya kenal. Inti dari pesan yang masuk adalah menanyakan bisa tidaknya membuat kemasan.

isi pesannya

“Assalamu’alaikum maaf (apakah-red) bisa membuat kemasan standing pouch yang seperti ini (atau-red) tidak?”

Lebih kurang seperti itu isi pesannya. Tentu pembaca tahu dong saya menjawab apa? Ya, saya menjawab dengan singkat dan tegas, “Mangga tiasa.”. (Silakan bisa). Percakapan ini akhirnya terus berlanjut dan intens dilakukan. Dan pemesan pernah sekali datang ke Soreangku Print on Demand – tempat di mana saya menawarkan layanan jasa digital printing berbagai macam jenis cetakan, mulai dari spanduk, kartunama, id card dan lain-lain termasuk Membuat Kemasan Standing Pouch Seblak Kering-nya kang Ajay ini (namanya).

Pelanggan Membayar Lunas Ongkos Cetak Penuh … Tjackep!

Tujuannya selain ingin memastikan, kedatangan kang Ajay ke rumah adalah membayar penuh harga yang sudah kami sama-sama sepakati. Klien yang seperti ini tuh dicari oleh setiap penyedia jasa, ngaku aja deh 😛

Kami mulai mendiskusikan lebih spesifik, mulai dari warna – ingin seperti apa? Produk yang dijualnya apa? Hal apa saja yang dituangkan dan tertera pada kemasan? Bahkan, saya memberikan kesempatan untuk Kang Ajay membuat coretan-coretan sketsa agar tergambar dengan jelas untuk diterjemahkan oleh desainer produk.

Kang Ajay begitu lepas tapi serius membuat konsep berupa coretan-coretan kemasan yang dia inginkan

Setelah dirasa cukup menuangkan keinginannya Membuat Kemasan Standing Pouch Seblak Kering, Kang Ajay menyerahkan konsep dan menanyakan proses penggarapannya.

“Kalau tidak ada aral, kemasan akan dibuat dalam tempo 10 (hari), tapi sebelum dicetak saya coba perlihatkan lagi desain kemasannya siapa tahu masih ada yang perlu dikoreksi, gimana?”

“Baik, pak,” jawab Kang Ajay sekaligus menutup diskusi.

Konsep didiskusikan secara intensif

Hanya perlu sehari bagi saya menerjemahkan konsep kemasan yang diinginkan pemesan. Setelah diperlihatkan, ada keragu-raguan dari Kang Ajay terutama dari sisi pewarnaan dan keinginannya menampilkan sosok dirinya di dalam kemasan yang pada akhirnya dia bulat memutuskan untuk tidak menampilkan dirinya.

Approval (persetujuan) pertama pun saya coba kirimkan ke Kang Ajay – klien yang berhak mendapatkan perkembangan dari pesanannya tersebut.

Approval Kemasan Standing Pouch Seblak Kering untuk Kang Ajay selaku klien.
Approval #1

Dari kiriman pertama ini, Kang Ajay menginginkan beberapa hal untuk diubah. Setelah kita sama-sama catat apa saja yang ingin diubah, saya pun mengirimkan approval ke-2. Perubahannya cukup drastis terutama dari segi warna dan keinginannya mengganti dua orang santri dengan sosok dirinya dengan pasangan berupa vector.

Approval ke-2 Kemasan Standing Pouch Seblak Kering untuk Kang Ajay selaku klien.
Approval #2

See? Anda bisa lihat perubahan yang signifikan dari approval pertama dengan yang ke-2, warna menjadi dominan merah putih lalu ada foto wajah dua orang pasangan yang telah divektorisasi. Dari yang awalnya sepakat dengan konsep approval ke-2, rupa-rupanya Kang Ajay masih ragu-ragu dengan keinginan akhirnya tersebut.

Produksi Kemasan diproses Sesuai Perjanjian

Saya pun mengubah lagi konsep Kemasan Standing Pouch Seblak Kering sesuai dengan permintaan Kang Ajay yang intinya pewarnaan dikembalikan ke konsep semula.

Kemasan Standing Pouch Seblak Kering SERING akhirnya dicetak dengan pewarnaan sesuai dengan konsep awal.
Kemasan Standing Pouch Seblak Kering SERING akhirnya dicetak dengan pewarnaan sesuai dengan konsep awal.

Alhamdulillah … Kini Kemasan Standing Pouch Seblak Kering Sudah diserahkan dengan waktu yang pas (10 hari sesuai perjanjian).

Anda ingin mencetak Kemasan Standing Pouch? Hubungi Soreangku Print on Demand Sekarang Juga di 089651415992 (Risya)
Membuatkan Kemasan Standing Pouch untuk Seblak Kering (SERING) sebanyak 1000 eksemplar, pengerjaan 10 hari kerja. Hasilnya rapi sesuai dengan konsep atau keinginan pemesan.

Spesifikasi Detil Kemasan Standing Pouch

Kemasan Standing Pouch Seblak Kering SERING akhirnya dicetak dengan pewarnaan sesuai dengan konsep awal. Beberapa hal detil yang disepakati antara lain:

  • Ukuran: 14cm x 24cm
  • Lapisan dove (pilihan lain glossy, kang Ajay memilih lapisan yang dove)
  • Jumlah cetak kemasan: 1000 eksemplar

Itulah sepenggal cerita bagaimana saya mendapatkan pesanan produksi kemasan standing pouch dari Kang Ajay asal Kp. Cipandan Kulon, Bojong, Soreang. Saya sempat menanyakan dapat info dari mana? Dan kenapa memilih datang ke sini (Soreangku Print on Demand) ? Jawabannya tahu dari internet dan enggan kalau harus ke Bandung *jawaban yang menarik 😀

Anda ingin mencetak Kemasan Standing Pouch? Hubungi Soreangku Print on Demand Sekarang Juga di 089651415992 (Risya)

Kategori
CERITA LAMA

Berpartisipasi di Kungfu Run 2017

Cerita selengkapnya

Kategori
bisnis CERITA BARU pengalaman

Terima Kasih Atas Kepercayaannya Mencetak Spanduk di Soreangku Print On Demand

Seringkali saya ceritakan di setiap kesempatan saya bisa berbicara di depan publik atau kelas pelatihan semisal Gapura Digital atau seminar-seminar, bahwa dengan Google My Business (selanjutnya saya singkat dengan GMB) saya bisa mendulang rupiah. Dan ide bisnis tersebut tercetus jauh-jauh hari saya dipercaya sebagai Fasilitator Gapur Digital Bandung.

Pernah didamprat Calon Pelanggan

Saat saya menjalankan bisnis online dengan menggunakan GMB ini tidak serta merta berjalan mulus-mulus saja. Suatu hari saya pernah didamprat calon pelanggan. Padahal persoalannya sepele, dia (waktu itu perempuan – kalau tidak salah pegawai pabrik di seputaran Katapang) terjadi pada circa 2016.

Dari ujung saluran telepon — karena seingat saya menelepon ke nomor telepon rumah, mbaknya bertanya.

“Halo … Apa benar ini dengan percetakan buku? Tolong dihitung biaya cetak untuk buku ukuran b5, tebalnya sekitar 140 halaman, cover-nya pakai art paper dan isi bukunya pakai kertas hvs saja, berapa ya kira-kira?”

Dicecar dengan pertanyaan tersebut bukannya saya menjawab dengan tegas dan jelas, yang terjadi justru malah sebaliknya.

“Mmmmm … Sebentar. Gimana-gimana tadi?” balas saya.

Dari ujung telepon, mbaknya memergoki ketidaksiapan saya, akhirnya dia berkata dengan penuh rasa kecewa.

“Ini perusahaan macam apa? Baru ditanya segitu saja nggak becus (Menjawab)!” Brakkk! suara telepon ditutup dengan sedikit kasar.

Meskipun saya tidak tahu rupa dan fisik mbaknya, namun yang terjadi dada saya berdetak kencang merasa menyesal ditambah kaki lemes dan gemetar.

Momentum memilukan di atas seharusnya menjadi cerita sukses saya karena GMB berhasil ditemukan bisnisnya oleh warganet. Ironinya, saya tidak siap melayani.

Seorang kawan berkata, “Kesuksesan adalah pertemuan antara kesiapan dan kesempatan.”

Sekali lagi … Itulah pembelajaran, cukup itu saja dan jangan lagi melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.

Awal Cerita Menjadi Pemasar Jasa Cetak Spanduk

2009 hingga 2014 masa-masa di mana saya harus bekerja sebagai layouter di penerbitan bilangan jalan Babakan Sari Kiaracondong kota Bandung. Selama itu saya zig-zag pergi pulang dari Soreang ke Bandung.

Sehingga saya terbiasa melihat kiri dan kanan sepanjang jalan. Terutama di sekitar wilayah yang sudah mendekati tempat tinggal. Ada beberapa toko jasa cetak spanduk atau istilahnya layanan digital printing.

Suatu hari saya terlintas ide, “Gimana kalau saya coba pasarkan jasa cetak spanduk di Online.” Ide itu tanpa riset hanya melintas begitu saja dalam benak.

Justru penemuan-penemuan sebagai bahan riset muncul dari pelanggan sendiri. Seperti misalnya, mereka mager (malas gerak) kalau harus ke luar rumah. Ada juga yang merasa berat kalau harus berangkat ke Pagarsih (salah satu kawasan sebagai pusat layanan jasa cetakan baik offset atau digital printing di Bandung).

Memohon Ijin Memasarkan Jasa Cetak Spanduk Ke Semua Digital Printing Sekitar Soreang

Akhirnya saya mengantongi ijin dari semua pusat layanan digital printing yang ada di beberapa titik di Soreang. Dan sampai dengan hari ini (Senin, 14 September 2020) saya memelihara hubungan agar senantiasa baik dengan mereka semua.

Bisnis Online itu Unik!

Saya katakan demikian karena saya sendiri masih takjub hingga sekarang. Kok bisa sih warganet dalam hal ini pelanggan dari Soreangku Print On Demand datang dari wilayah-wilayah yang tidak diduga sama sekali?!

Dari jamak warganet yang menjadi pelanggan hingga hari ini tidak jarang yang loyal. Ya, mereka menjadi pelanggan tetap saya. Tentu saja ini terjadi karena saya berkompromi dengan keinginan mereka terutama di harga yang sesuai keinginan mereka sebagai pelanggan.

Saya takjub dengan pelanggan karena mereka datang dari tempat yang jauh-jauh. Sebut saja; Pangalengan, Cipelah (perbatasan Ciwidey dengan Cianjur Selatan), Ciwidey, Banjaran serta di bagian Kabupaten Bandung Barat seperti Cililin.

Ini menjadi pembuktian bahwa GMB merupakan alat yang sangat berguna bagi siapa saja yang hendak berbisnis online. Semua yang saya bicarakan ini adalah upaya-upaya sederhana. Emangnya ada yang ribet? Bukan ribet sih – lebih ke tuntutan merogoh kocek. Ya, bila Anda berminat iklan berbayar dalam rangka ingin meningkatkan penjualan, bisa menggunakan Google Ads.

Di dashboard GMB, Google Ads selalu ditawarkan kok … Jadi tidak perlu merasa bingung harus ke mana beriklan pakai Google Ads.

Sekali lagi, pengalaman saya menggunakan GMB ini pure 100% tanpa alokasi biaya beriklan ya. Bahkan hari ini saya tengah melayani pelanggan yang mencetak kemasan untuk produknya berupa Seblak Kering.

Kemasan sudah disepakati dan siap diproduksi oleh Soreangku Print On Demand

Saya tanya alasannya kenapa memilih Soreangku Print On Demand? Dia menjawab dengan tegas bahwa dirinya agak males harus ke Bandung. Tuh, kan … Perilaku pelanggan itu seperti itu 😀 !

Terima Kasih Warganet

Yang terakhir, saya merasa perlu mengucapkan terima kasih atas kepercayaan warganet yang menemukan Soreangku Print on Demand lantas memilih kami untuk pemenuhan kebutuhan akan digital printing khususnya cetak spanduk. Dalam melayani pelanggan, kita senantiasa berusaha memberikan pelayanan prima seperti; bahan spanduk yang layak digunakan, tinta yang digunakan berkualitas, proses akhir yang senantiasa rapi. Takjarang kita menggratiskan biaya desain meskipun tidak jarang ada upaya keras untuk membuat spanduk menjadi menarik mulai dari pemilihan font, kombinasi warna, rekayasa citra dari yang buram menjadi jelas dan lain-lain.

Terima Kasih Pelanggan Setia Soreangku Print on Demand

Mungkin itu saja artikel yang lebih ke curhat ini saya sampaikan semoga bisa menjadi artikel yang mendorong Anda melakukan hal serupa dengan pengalaman saya ini.

Kategori
CERITA BARU pendampingan

Fasilitator Gapura Digital Bandung Mencoba Meet Up Perdana di Masa Pandemi

Lama tidak bertemu terhalang oleh wabah corona sejak semakin merebak, akhirnya kami Fasilitator Gapura Digital Bandung Mencoba Meet Up Perdana di Masa Pandemi.

Jumlah Peserta yang Berkumpul

Mengambil tempat di Waroeng Steak & Shake di bilangan jalan Lombok, saya bisa memenuhi undangan dari Gapura Digital Bandung. Saat tiba di lokasi, teman-teman lain terutama dari fasilitator Women Will Bandung sudah meramaikan acara.

Fasilitator Gapura Digital Bandung Mencoba Meet Up Perdana di Masa Pandemi
Foto : Ghassa

Bisa coba dihitung saja dari foto berikut, ya sebanyak itu sih teman-teman yang memenuhi undangan.

Topik yang Dibicarakan

Hilma, selaku penggagas acara pertemuan ini menjelaskan bahwa, nantinya acara pelatihan akan senantiasa online menggunakan Google Meet. Tentu saja kondisinya nanti akan serba terbatas, mulai dari jumlah peserta, sesi bertanya dan hal lain yang biasanya mudah dilakukan saat kelas tatap muka sebelum pandemi.

Inti Dari Pertemuan

Intinya, semua fasilitator supaya mengerti dan maklum apabila saat ini belum juga pernah mengisi menjalankan tugas selaku Fasilitator Gapura Digital kelas online. Yang jelas, semua fasilitator akan dipanggil untuk mengisi kelas online secara bergiliran.

Senang sekali bisa berjumpa dengan teman-teman setim Gapura Digital Bandung. Dari jumlah fasilitator yang ada, mencapai setengahnya pun tidak dari yang datang. Ya itulah kondisinya … Bagi sebagian orang hari ini untuk mencoba keluar rumah untuk sebuah urusan harus berpikir keras antara ikut atau tidak ya?

Kategori
bisnis

Kartu Nama. Emang Perlu Ya?

Perlu gak perlu sih … Sebagian orang memerlukan kartu nama untuk kebutuhan bisnis. Karenanya disebut dengan business card — dalam bahasa Inggris. Bagi perusahaan yang ‘melek’ akan branding, mencetak kartu nama untuk tim di perusahaan adalah sebuah hal yang krusial.

Pun di ranah pelaku UKM, membuat kartu nama adalah hal yang perlu dipersiapkan. Karena di mana saja berada, apalagi saat ada pameran melakukan promosi sangat perlu dilakukan oleh pemilik bisnis baik jasa atau produk.

Saat ini meskipun sebagian pihak sudah menjalankan paperless, tetap saja melengkapi bisnis dan membekali aktifitas dengan membawa kartu nama masih dilakukan oleh para pebisnis. Pembawa kartu nama masih sangat yakin dengan menyebar kartu nama terbilang upaya efektif saat berusaha menunjukan profil diri.

Menunjukkan Ekslusivitas

Buat seseorang, salah satu upaya personal branding yang paling sederhana adalah dengan membuat kartu nama untuk tujuan menunjukkan ekslusivitas. Kartu nama sudah menjadi kebutuhan pokok buat sebagian pebisnis saat ingin menginformasikan kepada orang lain mengenai diri dan pekerjaannya. Mencantumkan informasi tentang jati diri secara singkat, padat dan jelas pada kartu nama adalah cara lugas dan elegan yang hari ini masih relevan dilakukan.

Profesionalitas

Semata-mata untuk menjaga profesionalitas, bagi sebagian masyarakat pebisnis mencetak kartu nama. Menunjukkan nilai-nilai yang baik yang dicantumkan pada kartu nama terbilang langkah yang tepat saat hendak memperlihatkan sisi profesionalitas diri kita.

Informasi Profil Perusahaan atau Bisnis

Terutama bagi perusahaan yang peduli dengan branding, tentu saja merasa perlu menginformasikan profil perusahaan tertera di dalam kartu nama. Saya sendiri kerap menerima pemesanan cetak kartu nama dari pelanggan yang memang dia pemilik perusahaannya dan meminta kepada kami untuk mendesainkan kartu nama semenarik mungkin dengan ada nama dan logo perusahaannya.

Profil Diri

Untuk perseorangan, kartu nama tidak ubahnya profil diri. Lazim dilakukan oleh setiap orang yang membuat kartu nama mencantumkan siapa dirinya dan apa pekerjaannya. Dengan menuliskan profil yang jelas tentang dirinya lewat kartu nama, orang tersebut merasa telah melakukan upaya promosi diri dengan efektif dan efisien.

ilustrasi Kartu Nama

Kalau menurut Anda sendiri, gimana … Pembaca? Perlu atau tidak mencetak kartu nama di era sekarang?

Kategori
CERITA BARU pendampingan pengalaman

Di Situasi Pandemi Covid-19 … Yuk, Isi Waktu dengan Aktifitas yang Kita Sukai

“Suara nyanyian” Pandemi Covid-19 masih terus berkumandang tiada henti-hentinya. Setiap hari di semua kanal-kanal informasi; internet, sosial media, obrolan tetangga membicarakan virus corona. Tidak terkecuali dengan keluarga saya di rumah.

Work from home … Stay at Home menjadi jargon populer tanpa perlu sosialisasi khusus – masyarakat langsung faham dan melakukannya sekarang ini (Sabtu, 18/4).

Setelah menjalani ini semua setiap orang mulai mengeluh dengan kebosanannya. Lalu, muncul pertanyaan, “Ngapain ya bosen … Duh kok hidup begini amat ya?”

Pun dengan saya. Saya merasa tidak karuan saking mati gayanya dan terpaksa harus tetap di rumah bila nggak perlu-perlu amat untuk memenuhi keperluan di luar rumah.

Isi Waktu dengan Aktifitas yang Kita Sukai

Namun yang jelas … Yang ada di benak saya saat ini buat pembaca yang masih saja merasa bosan karena harus tinggal di rumah … Yuk, kita Isi Waktu dengan Aktifitas yang Kita Sukai.

Mengerjakan Pekerjaan Seni

Ketahuilah bahwa di masa tahun 2000 atau beberapa tahun sebelumnya saya “berkenalan dengan dunia penerbitan”. Bukan sebagai penulis buku, tapi lebih ke orang di belakang produksi buku. Waktu itu, yang mendorong saya harus bekerja adalah adanya keinginan untuk berumah tangga.

Akhirnya, bertemulah dengan dunia penerbitan. Saya masih ingat dengan bekal nol saya datang ke tempat bekerja seorang teman, kantor penerbitan buku. Penerbitan ini bernama Epsilon Grup, unit perusahaan yang terbilang sukses meraup keuntungan dari menjual buku-buku semacam LKS atau Lembar Kerja Siswa dan Buku Persiapan Menghadapi Ujian Negara serta Kumpulan soal-soal Ulangan tingkat Sekolah Dasar.

Di perusahaan inilah saya mengenal dunia tata letak buku. Saya kira mengerjakan tata letak buku itu cukup menggunakan Microsoft Word ternyata tidak.

“Coba kamu pelajari ini deh ... Kalau sudah bisa datang lagi ke sini (maksud teman saya kantor Epsilon),” instruksi teman kepada saya di awal melamar kerja saat itu.

Kata tunjuk, “ini” yang dimaksud teman saya tersebut adalah Pagemaker. Saya lantas bertolak ke toko buku untuk membeli buku referensi Cara Menggunakan Software Pagemaker. Taklama berselang, saya pun memberanikan diri datang lagi ke tempat saya melamar kerja dan alhamdulillah diterima.

Selanjutnya, secara bertahap — saya mengenal dan mampu mengoperasikan piranti lunak lainnya untuk pekerjaan tata letak buku (book layout). Ada 2 softwares, yaitu; Adobe Photoshop termasuk inDesign dan CorelDraw.

Hingga hari ini saya masih menggunakan CorelDraw dan Photoshop untuk melayani pelanggan saya yang hendak mencetak spanduk. Sebagian hasil garapan layanan jasa tersebut saya kumpulkan di Instagram. Nah, bagi saya ini pekerjaan seni karena tidak jarang saya harus memikirkan; tipografi, warna, latar belakang agar nampak ‘nyeni’ dan pelanggan langsung suka dengan spanduk yang saya kerjakan tersebut.

Pekerjaan seni bernama Soreangku Print On Demand ini sudah 3 tahun saya buka layanannya. Dan Alhamdulillah — meskipun tidak setiap hari hampir bisa diperkirakan setiap akhir pekan ada saja pekerjaan membuat spanduk harus saya kerjakan.

Jadi, saya terbilang mampu mengimbangi kebosanan dengan pekerjaan. Tapi ingat, pekerjaan ini jangan malah membuat kita terpaksa, tapi harus benar-benar kita suka mengerjakannya.

Istilah Pekerjaan Seni sudah lama saya pakai, dulu tidak lama setelah saya mengenal CorelDraw serta seiring dengan muncul dan menjamur distro clothing di tahun 2000-an — saya sudah membuat kartunama ditambahi kata, “JANNAH ~ Pekerjaan Seni” yang seolah-olah itu sebuah brand perusahaan yang mengerjakan bidang design grafis serta artwork.

Ya … Masih nyambung lah dengan pekerjaan jasa cetak spanduk yang hari ini masih mengisi keseharian saya.

Berbagi dengan yang kita bisa berikan

Langkah selanjutnya yang bisa kita lakukan dalam upaya mengisi waktu … Cobalah berbagi dengan yang kita bisa berikan. Suatu hari di tengah-tengah saat kita semua menghadapi krisis virus corona, seorang pelaku UMKM menghubungi saya via WA, inti dari pesannya, meminta tolong diajari pemanfaatan digital marketing.

Tanpa berlama-lama, saya langsung hampiri dan saya coba berbagi pengalaman seputar digital marketing. Pak Adang – pelaku UMKM Melati Telor Asing Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung – mendapatkan edukasi serta penguatan agar semangat jualan online apalagi di situasi pandemi covid-19 seperti sekarang.

Langkah berbagi lainnya yang bisa dilakukan seputar berbagi dengan apa yang kita bisa berikan, yaitu; menerima undangan untuk mengisi kelas online.

le Hangout Meet, saya pun mengisi kelas online beberapa waktu yang lewat kemarin (Selasa, 7 April 2020).
[dokpri]

Beberapa waktu yang lalu, Gapura Digital Bandung meminta saya untuk berbagi tentang Google My Business. Saya pun mengiyakan permintaan tersebut. Dengan menggunakan Google Hangout Meet, saya pun mengisi kelas online beberapa waktu yang lewat kemarin (Selasa, 7 April 2020).

Beres-beres Rumah

Belum lama ini saya pernah merapikan ruangan tempat saya beraktifitas yaa bisa dibilang kantor ala ala 😛

Padahal hanya sekadar membersihkan debu akan tetapi ternyata tidak cukup hanya 1 atau 2 jam. Hampir seharian saya beres-beres rumah padahal ruangan kecil (2 meter). Ternyata benar, kesibukan tersebut mampu menghilangkan rasa bosan. Coba aja 😀

Jualan Online

Sejak tahun 2014 semenjak perusahaan terakhir tempat saya bekerja dari 2009 merumahkan saya dengan alasan perusahaan tengah merugi dan perlu adanya perampingan pekerja — saya sudah berjualan dalam jaringan alias online.

Waktu itu barang yang saya jual 2 jenis; alquran (meskipun saya dirumahkan saya tetap mencoba berjualan produk dari bekas kantor ini), produk lainnya adalah madu.

Adapun hari ini saya masih jualan online memanfaatkan marketplace, website, Google My Business, Chat messenger dan media sosial. Terasa efektif ketika kita merasa bosan karena harus #wfh — salah satu solusinya Isi Waktu dengan Aktifitas yang Kita Sukai. Baik. Selamat beraktifitas!

Kategori
CERITA BARU keluarga

Keluarga Adetruna

Diuji sebagai Orangtua

Kemarin (Sabtu, 15 Maret 2020), saya diuji sebagai orangtua. Ya, begitu … Adik bungsu saya bulan depan akan menikah dan kemarin merupakan acara silaturahim perdana dari pihak laki-laki (oh iya, adik saya ini laki-laki).

Maksud dari, “diuji sebagai orangtua” adalah saya bertugas mewakili ayah saya yang seyogyanya beliau yang bicara. Walaupun untuk sekadar memperkenalkan diri dan keluarga besar Asep Truna, pada kenyataannya tidak semudah saat kita mengisi kelas pelatihan dengan audiens pelaku bisnis.

Padahal yang hadir di tempat calon mempelai wanita hanya anggota keluarga dari kedua belah pihak. Dari keluarga laki-laki; Eka Pawitra (calon mempelai laki-laki), ayah (Asep Truna), ibu (Nani Rohani), saya dan istri, kakak sulung (Ana Truna dan anaknya), kakak (Eli Marlia dan kedua anaknya). Sementara dari tuan rumah; Isma Nur Amri (calon mempelai wanita), ayah dan ibunya, kedua anaknya yang lain — semua anak dari orangtua Isma adalah perempuan yang berjumlah 6 orang.

Menyampaikan Maksud Berkunjung ke Keluarga Pihak Wanita

Alhamdulillah … Usai juga Menyampaikan Maksud Berkunjung ke Keluarga Pihak Wanita. Maksud kedatangan kami sekeluarga — tidak lain, mengucapkan terima kasih telah dengan ridha menerima sang anak, adik kami menjadi bagian dari keluarga besar pihak Isma.

Dari perkenalan lanjut dengan obrolan. Rencanyanya Eka dan Isma akan melakukan resepsi pernikahan di bulan April. Jadi masih ada waktu sekitar 4 mingguan lagi. Mereka sudah terlihat kompak, hal ini nampak dari beberapa persiapan seperti tempat, hiburan, pakaian dan lain-lain. Itu semua dikerjakan hanya berdua di sela-sela kesibukan mereka bekerja sehari-hari.

Sebagai seorang kakak kandung saya merasa bangga dengan cara berpikir dan bertindak dari keduanya khususnya bagi Eka. Karena dulu, jujur saja saya saat persiapan menikah tidak seperti itu caranya.

Ya, semoga kekompakkan ini akan langgeng dan terus kalian lakukan tanpa bosan. Jadilah pasangan yang harmonis kelak.

Berdoa dan Berusaha

Saat berangkat sore kemarin, saya mengenakan batik berangkat dari rumah mengendarai motor ditemani istri. Sepanjang perjalanan pun saya membayangkan, bagaimana dengan kedua anak saya? Mereka sedang tumbuh dewasa; Salma akan masuk jenjang perkuliahan, sedangkan Nadya tengah mengenyam bangku SMP kelas 1.

Mereka pun insya allah akan menemukan pasangannya dan berumah tangga. Perasaan ini terus ada dalam pikiran …

Keluarga Adetruna
Ki-Ka : Saya, Nadya, Salma, Risya (istri)

Ya, yang kami bisa lakukan sebagai orangtua hanya tinggal berdoa dan berusaha. Bismillah …