Kategori
CERITA BARU pengalaman

Pengalaman Ganti Kartu BCA Xpresi Lewat CS Digital

Awalnya dulu (medio 2015) saya diundang gathering produk BCA yang menggunakan teknologi Augmented Reality (Baca artikelnya di sini). Dari acara ini saya sempat membuat rekening BCA Xpresi. Sampai sekarang deh saya keterusan menjadi nasabah dari rekening tanpa buku tersebut.

Dan tadi (Jumat, 28/5) sekira pukul 9.30 pagi dari rumah saya bertolak ke Terminal Leuwi Panjang. Tujuannya bukan mau menggunakan transportasi bis yang ada di sana, namun saya perlu datang ke Bank BCA KCU Soekarno Hatta yang persis berada di seberangnya.

Sepanjang perjalanan, nyaris tidak ada kemacetan yang serius, hanya tipis-tipis saja, seperti di titik Pasar Sayati, agak padat di pintu keluar tol Kopo lalu di lampu stopan perempatan by pass kopo. Selebihnya perjalanan saya ke BCA Leuwi Panjang (kita sebut gitu aja ya biar gampang hehe) terbilang lancar jaya. Nah … Dari sinilah Pengalaman Ganti Kartu BCA Xpresi Lewat CS Digital bermula.

Merasakan Kepuasan Sejak di Tempat Parkir

Begitu memasuki pelataran gedung kantor BCA Leuwi Panjang ini saya langsung mencari parkir motor. Dan saya sudah merasakan kepuasan sejak di tempat parkir tadi. Petugas begitu cekatan dan memandu dengan sigap di mana saya harus memarkirkan kendaraan.

Setelah menyimpan sarung tangan, karcis parkir, penutup kepala dan helm di bawah jok saya berjalan menuju pintu utama gedung BCA. Tidak lama masuk Walkthrough Metal Detector, petugas sekuriti menyapa saya perihal keperluan datang ke sana.

“Mau ganti kartu debit XPresi dan mengaktifkan Mobile Banking,” saya menjawab singkat.

Oleh petugas tersebut, saya pun dibantu mendapatkan tiket antri dan mendapatkan nomor antri B-044. Saat duduk tidak seperti angka yang tertera, saya hanya perlu menunggu sekitar empat orang lagi untuk benar-benar dipanggil.

Tetapi tidak sampai 5 menit dari duduk menunggu panggilan, seorang perempuan petugas Customer Service datang menghampiri.

“Ada yang bisa dibantu?” tanya CS yang berkeliling tersebut.

Saya mengulangi keperluan saya datang ke BCA Leuwi Panjang ini. Laras, begitu nama yang disebutkan saat saya tanya, “Namanya siapa?” — meminta saya untuk mengeluarkan kartu debit BCA Xpresi lama dan KTP.

“Pak Ade mohon untuk menunggu sebentar saja,” ucap Laras.

Diajak Ke Tempat CS Digital BCA

Tidak lama kemudian, Laras mengajak saya ke tempat CS Digital BCA. Di tempat ini saya dipandu menggunakan mesin CS Digital mulai dari memasukkan kartu ATM lama, lalu memindai KTP dan jari telunjuk. Simpelnya seperti itu proses penggantian kartu ATM lama diganti dengan yang baru lewat CS Digital BCA.

ilustrasi Mbak Laras Memandu Kang Adetruna saat menggunakan CS Digital mengganti kartu debit Xpresi lama
ilustrasi (internet) tidak perlu antri dan tidak sampai berjam-jam, hanya hitungan belasan menit saja mengganti kartu debit xpresi lewat CS Digital.

Langkah-Langkah Mengganti Kartu Debit Xpresi Lama dengan yang Baru Menggunakan CS Digital

  1. Sentuh layar menu Kartu, pilih Ganti Kartu. Saya tadi memilih Kartu Debit Xpresi.
  2. Keluarkan KTP lalu dipindai bersamaan dengan jari telunjuk kita.
  3. Selanjutnya, mesin CS Digital meminta kita untuk memasukkan kartu debit Xpresi lama ke tempat yang disediakan.
  4. Memasukkan PIN baru (diperbolehkan menggunakan PIN Lama).
  5. Kartu Debit Xpresi Baru pun keluar dari mesini CS Digital.
  6. Selesai.

Berapa Biaya Ganti Kartu Debit Xpresi?

Tadi pun di layar mesin CS Digital ada point yang berisi penjelasan bahwa penggantian kartu ini dikenai biaya sebesar dua puluh lima ribu rupiah (rp25.000,00) yang akan memotong otomatis saldo dari Kartu Debit Xpresi kita.

Itulah Pengalaman Ganti Kartu BCA Xpresi Lewat CS Digital yang bisa saya share saat ini. Pupus sudah rasa pesimis prosesnya akan lama saat mengganti kartu debit BCA Xpresi. Gercep ternyata!

Kategori
bisnis CERITA BARU pendampingan

Bersedikit Malah Lebih Intim, Ternyata …

Kamis, 6 Mei 2021 pukul 13.00 saya sudah masuk ruang depan dari Rumah BUMN kota Bandung di bilangan Jalan Jurang nomor 50 yang tidak jauh dari Pasar Sederhana.

Kehadiran saya di Rumah BUMN adalah memenuhi undangan mengisi pelatihan offline bersama para pelaku UKM yang menjadi binaan di sana (artikelnya bisa di baca di sini).

Menjelang pukul 13.30, peserta yang sesogyanya sebanyak 20 peserta hanya ada 7 orang saja. Melihat situasinya saya coba memahami, semisal waktu itu hujan, jam-jam di mana pelaku UKM mempersiapkan pesanan untuk para pelanggannya atau memang sudah tidak memerlukan pengetahuan tentang Google My Business karena memang alat marketing ini terbilang user friendly. Kalau Freddie Mercury bilang, “Show must go on!” ya saya pun memulai kelas pelatihan pada pukul 13.30.

Setelah kelas berlangsung, saya merasa ternyata lebih efektif mengajar dengan peserta kelas yang hanya berisi 7 orang saja. Saya bisa lebih cepat menjawab pertanyaan dan menghampiri satu per satu dari mereka.

Mengisi kelas dengan bersedikit lebih efektif dan intim
Mengisi kelas dengan bersedikit lebih efektif dan intim

Ultimate Drink, Salamina Jewellery dan LaoekSeke menjadi tiga nama yang paling cepat terverifikasi sisanya harus menunggu kartupos. Pembaca … Mengisi kelas dengan Bersedikit Malah Lebih Intim, Ternyata …

Kategori
CERITA BARU pendampingan

Kembali Mengisi Kelas Bersama Balatkop Jawa Barat

Maret lebih tepatnya Rabu, 17 2021 — saya diundang kembali mengisi kelas bersama Balatkop Jawa Barat. Sebelumnya, Kabupaten Karawang yang menjadi kota pertama yang saya datangi dan mengisi kelas Optimalisasi Digital Marketing (sudah saya tulis artikelnya: Bimbingan Teknis “Milenial Maju dan Sukses Bersama Korporasi Petani Demfarm Karawang”). Adapun yang di Bandung, tanggal 17 Maret besok menjadi hal yang pertama bagi saya di 2021.

Walaupun baru akan berlangsung pada kamis depan, undangan permohonan narasumbernya sudah sejak beberapa hari yang lalu saya terima. Dalam undangannya disebutkan bahwa dalam rangka menindaklanjuti surat Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat mengenai pelaksanaan Pelatihan DAK Non Fisik Sub Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PK2UKM) tahun anggaran 2021.

Serta berdasarkan usulan dari Dinas yang membidangi KUMKM Kabupaten/kota se-Jawa Barat maka Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat pada UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan pelatihan Kewirausahaan sebanyak dua angkatan yang masing-masing kelas berjumlah 25 (dua puluh lima) orang.

Menyoal narasumber yang akan mengajar kelas Kewirausahaan nanti, panitia sudah mengundang 11 (sebelas) orang, antara lain:

  1. Dr. Dewi Kurniasih, S.IP, M.Si (Akademisi)
  2. Dr. Meriza Hendri, S.IP, M.Si (Akademisi)
  3. Cita Mustika, S.S, M. Hum (Akademisi)
  4. Drs. M. Ridwan (Praktisi)
  5. Ir. Apsoro (Praktisi)
  6. M. Azmi (Praktisi)
  7. Ade Truna (Praktisi)
  8. Muhammad Muharam (Praktisi)
  9. M. Firsan (Praktisi)
  10. Riezka Rahmatiana (Praktisi)
  11. Erwin Yazi (Praktisi)

Kembali Mengisi Kelas Bersama Balatkop Jawa Barat

Ilustrasi Mengisi Pelatihan Kewirausahaan Bersama Balatkop Jawa Barat

Seperti itulah sedikit informasi yang ingin saya share tentang kembali mengisi kelas bersama Balatkop Jawa Barat di 2021. Semoga di dalam pelaksanaannya, saya bisa berbagi pengalaman yang sudah saya lakukan selama ini bersama Soreangku Print on Demand (SoreangkuPoD) – unit bisnis online bidang jasa pelayanan cetak spanduk. Namun seiring berjalannya waktu, hari ini SoreangkuPoD pun melayani jasa cetak lainnya, seperti; kartunama, undangan, hangtag, nota faktur dan jenis-jenis cetakan lainnya.

Kategori
CERITA LAMA

Swafoto Bareng Kawan Semasa SMA

Bicara Sekolah Menengah Atas (SMA) saya adalah anak sekolah angkatan di mana suasana kota Bandung serta tren yang tengah berkembang gambarannya seperti yang dipertontonkan oleh Ayah Pidi Baiq dalam film Dilan. Betul sekali, 90-an menjadi masa-masa yang tidak bisa terlupakan begitu saja. Di Buahbatu masih ada Trina, di Banda masih ada toko Q-ta, di Merdeka masih ada New Panti Karya bahkan di Margahayu Raya sebagai perumahan elite pada masanya masih ada Sarinah.

Belum lagi kalau bicara musik yang hits di era 90-an, ada jamak yang menjadi ‘soundtrack’ musik ketika menjalani kehidupan saat itu. Saya masih ingat bagaimana dulu dengan berbekal uang sekitar seribu lima ratus perak memilih kaset yang kita mau, cukup di Sarinah Margahayu Raya saja tidak usah ke Dago yang notabene ada Aquarius – pusat kaset dan Compact Disc termashyur di kota Bandung.

Yang membekas dalam ingatan tidak saja era 90-an namun termasuk kenangan di medio 80-an … Pernah suatu hari saya tengah memilih kaset apa yang ingin dibeli. Antara Waktu itu sedang menimang-nimang pilih Hits Collectionnya Duran Duran atau Wham! kalau tidak salah. Dan Sarinah kala itu tengah memutar lagu baru duet antara Michael Jackson dengan Mick Jagger lewat lagu “State of Shock”, hingga akhirnya tahu, ternyata The Jackson 5 — tidak hanya Jacko dan Jagger yang menyanyikannya.

Itulah sedikit cerita lama yang baru saja saya ingat, sebuah kilas balik. Dan Swafoto Bareng Kawan Semasa SMA berikut inilah yang menjadi pemicu saya flashback ke masa muda.

Adetruna dan Yus Rochmansyah -- Teman SMAN 22 Bandung
Saya dan Yus Rochmansyah

Dia anak Fisika sedangkan saya anak IPS. Namun yang menghubungkan kita berdua adalah bermusik, saya vokalis,Iyus (panggilan akrabnya) main bass, drummer ada dua; Dede (teman sekelas saya dari kelas 2 hingga 3) satu lagi Iweng (hingga sekarang jadi drummer profesional) pemain gitarnya, Muchamad Ahadiyat atau sejak lama dipanggil Diat (sekarang masih bersama Yovie Nuno).

Kehidupan seorang Iyus hari ini disibukkan dengan menjadi pebisnis kuliner lebih tepatnya pastry khususnya pisang bolen dan cheese roll dan lain-lain seputar makanan kue dan roti. Kita berdua masih berkomunikasi dengan mudah. Dengan adanya alat komunikasi seperti Whatsapp dan Facebook membantu saya bisa terhubung dengan teman lama termasuk dengan kawan semasa SMA.

Demikian saja sedikit cerita di balik Swafoto Bareng Kawan Semasa SMA. Bagaimana dengan Anda? Adakah yang diingat masa-masa 90-an atau 80-an? Mangga komentar aja …

Kategori
bisnis CERITA BARU pengalaman

Terima Kasih Atas Kepercayaannya Mencetak Spanduk di Soreangku Print On Demand

Seringkali saya ceritakan di setiap kesempatan saya bisa berbicara di depan publik atau kelas pelatihan semisal Gapura Digital atau seminar-seminar, bahwa dengan Google My Business (selanjutnya saya singkat dengan GMB) saya bisa mendulang rupiah. Dan ide bisnis tersebut tercetus jauh-jauh hari saya dipercaya sebagai Fasilitator Gapur Digital Bandung.

Pernah didamprat Calon Pelanggan

Saat saya menjalankan bisnis online dengan menggunakan GMB ini tidak serta merta berjalan mulus-mulus saja. Suatu hari saya pernah didamprat calon pelanggan. Padahal persoalannya sepele, dia (waktu itu perempuan – kalau tidak salah pegawai pabrik di seputaran Katapang) terjadi pada circa 2016.

Dari ujung saluran telepon — karena seingat saya menelepon ke nomor telepon rumah, mbaknya bertanya.

“Halo … Apa benar ini dengan percetakan buku? Tolong dihitung biaya cetak untuk buku ukuran b5, tebalnya sekitar 140 halaman, cover-nya pakai art paper dan isi bukunya pakai kertas hvs saja, berapa ya kira-kira?”

Dicecar dengan pertanyaan tersebut bukannya saya menjawab dengan tegas dan jelas, yang terjadi justru malah sebaliknya.

“Mmmmm … Sebentar. Gimana-gimana tadi?” balas saya.

Dari ujung telepon, mbaknya memergoki ketidaksiapan saya, akhirnya dia berkata dengan penuh rasa kecewa.

“Ini perusahaan macam apa? Baru ditanya segitu saja nggak becus (Menjawab)!” Brakkk! suara telepon ditutup dengan sedikit kasar.

Meskipun saya tidak tahu rupa dan fisik mbaknya, namun yang terjadi dada saya berdetak kencang merasa menyesal ditambah kaki lemes dan gemetar.

Momentum memilukan di atas seharusnya menjadi cerita sukses saya karena GMB berhasil ditemukan bisnisnya oleh warganet. Ironinya, saya tidak siap melayani.

Seorang kawan berkata, “Kesuksesan adalah pertemuan antara kesiapan dan kesempatan.”

Sekali lagi … Itulah pembelajaran, cukup itu saja dan jangan lagi melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.

Awal Cerita Menjadi Pemasar Jasa Cetak Spanduk

2009 hingga 2014 masa-masa di mana saya harus bekerja sebagai layouter di penerbitan bilangan jalan Babakan Sari Kiaracondong kota Bandung. Selama itu saya zig-zag pergi pulang dari Soreang ke Bandung.

Sehingga saya terbiasa melihat kiri dan kanan sepanjang jalan. Terutama di sekitar wilayah yang sudah mendekati tempat tinggal. Ada beberapa toko jasa cetak spanduk atau istilahnya layanan digital printing.

Suatu hari saya terlintas ide, “Gimana kalau saya coba pasarkan jasa cetak spanduk di Online.” Ide itu tanpa riset hanya melintas begitu saja dalam benak.

Justru penemuan-penemuan sebagai bahan riset muncul dari pelanggan sendiri. Seperti misalnya, mereka mager (malas gerak) kalau harus ke luar rumah. Ada juga yang merasa berat kalau harus berangkat ke Pagarsih (salah satu kawasan sebagai pusat layanan jasa cetakan baik offset atau digital printing di Bandung).

Memohon Ijin Memasarkan Jasa Cetak Spanduk Ke Semua Digital Printing Sekitar Soreang

Akhirnya saya mengantongi ijin dari semua pusat layanan digital printing yang ada di beberapa titik di Soreang. Dan sampai dengan hari ini (Senin, 14 September 2020) saya memelihara hubungan agar senantiasa baik dengan mereka semua.

Bisnis Online itu Unik!

Saya katakan demikian karena saya sendiri masih takjub hingga sekarang. Kok bisa sih warganet dalam hal ini pelanggan dari Soreangku Print On Demand datang dari wilayah-wilayah yang tidak diduga sama sekali?!

Dari jamak warganet yang menjadi pelanggan hingga hari ini tidak jarang yang loyal. Ya, mereka menjadi pelanggan tetap saya. Tentu saja ini terjadi karena saya berkompromi dengan keinginan mereka terutama di harga yang sesuai keinginan mereka sebagai pelanggan.

Saya takjub dengan pelanggan karena mereka datang dari tempat yang jauh-jauh. Sebut saja; Pangalengan, Cipelah (perbatasan Ciwidey dengan Cianjur Selatan), Ciwidey, Banjaran serta di bagian Kabupaten Bandung Barat seperti Cililin.

Ini menjadi pembuktian bahwa GMB merupakan alat yang sangat berguna bagi siapa saja yang hendak berbisnis online. Semua yang saya bicarakan ini adalah upaya-upaya sederhana. Emangnya ada yang ribet? Bukan ribet sih – lebih ke tuntutan merogoh kocek. Ya, bila Anda berminat iklan berbayar dalam rangka ingin meningkatkan penjualan, bisa menggunakan Google Ads.

Di dashboard GMB, Google Ads selalu ditawarkan kok … Jadi tidak perlu merasa bingung harus ke mana beriklan pakai Google Ads.

Sekali lagi, pengalaman saya menggunakan GMB ini pure 100% tanpa alokasi biaya beriklan ya. Bahkan hari ini saya tengah melayani pelanggan yang mencetak kemasan untuk produknya berupa Seblak Kering.

Kemasan sudah disepakati dan siap diproduksi oleh Soreangku Print On Demand

Saya tanya alasannya kenapa memilih Soreangku Print On Demand? Dia menjawab dengan tegas bahwa dirinya agak males harus ke Bandung. Tuh, kan … Perilaku pelanggan itu seperti itu 😀 !

Terima Kasih Warganet

Yang terakhir, saya merasa perlu mengucapkan terima kasih atas kepercayaan warganet yang menemukan Soreangku Print on Demand lantas memilih kami untuk pemenuhan kebutuhan akan digital printing khususnya cetak spanduk. Dalam melayani pelanggan, kita senantiasa berusaha memberikan pelayanan prima seperti; bahan spanduk yang layak digunakan, tinta yang digunakan berkualitas, proses akhir yang senantiasa rapi. Takjarang kita menggratiskan biaya desain meskipun tidak jarang ada upaya keras untuk membuat spanduk menjadi menarik mulai dari pemilihan font, kombinasi warna, rekayasa citra dari yang buram menjadi jelas dan lain-lain.

Terima Kasih Pelanggan Setia Soreangku Print on Demand

Mungkin itu saja artikel yang lebih ke curhat ini saya sampaikan semoga bisa menjadi artikel yang mendorong Anda melakukan hal serupa dengan pengalaman saya ini.

Kategori
CERITA BARU pendampingan

Swafoto Bersama Peserta Kelas GMB di RKB Bandung 5 Maret 2020

selalu bahagia bisa berbagi disambut dengan antusiasme yang besar dari peserta.
Selalu bahagia bisa berbagi disambut dengan antusiasme yang besar dari peserta.

Sejak malam sebelumnya Soreang diguyur hujan, dan yang peliknya lagi pasokan air bersih PDAM takkunjung mengalir. Hingga pagi waktu masuk subuh pun air yang saya tunggu memenuhi bak mandi pun nihil saya dapatkan.

Ya sudah, akhirnya saya putuskan untuk bersih-bersih ala kadarnya saja tadi pagi (5 Maret 2020). Seperti biasa, saya antar anak saya yang sulung ke sekolah menengah atas negeri yang terletak di bilangan Margahayu Sulaeman. Dengan mengenakan jas hujan model ponco, usai menurunkan Salma di sekolahnya – saya meneruskan perjalanan menuju jalan Jurang Bandung, Pasteur – Sukajadi Bandung.

Bisa Tenang Karena Berangkat Lebih Pagi

Ditambah jalanan yang padat sampai-sampai kemacetan terjadi di beberapa ruas jalan, sebut saja Sayati, By Pass Soekarno Hatta, Astana Anyar, perempatan Sudirman, Pasirkaliki hampir memiliki tingkat kemacetan yang sama tadi pagi.

Mengamati kondisi tadi pagi — saya sih mencoba menikmati saja; toh kalau dibawa perasaan malah akan buat kita stress 🙂

Sekira pukul 6.30-an Saya sudah tiba di Rumah Kreatif Bandung dan hujan masih terus mengguyur. Disambut senyum sapa dari petugas security, saya meminta ijin untuk masuk. Perasaan tenang sekali dikarenakan saya bisa datang lebih awal dibandingkan dengan peserta pelatihan.

Ini akan lebih sering saya lakukan. Mengingat pengalaman selama ini, kalau kita datang ke tempat acara sebagai pengisi lantas berangkat di waktu yang mepet atau last minute dari jadwal yang sudah ditentukan dan disepakati muncul perasaan nggak karuan — kita kuatir terlambat.

Sampai-sampai saya sempat memvideokan suasana pagi di RKB jalan Jurang tadi pagi dan saya share di Instagram TV. Ok .. Itulah sekilas #CeritaBaru yang saya alami hari ini.

Swafoto Bersama Peserta Kelas GMB di RKB Bandung 5 Maret 2020

Sempat membuat status perihal kebahagiaan bisa berbagi via Facebook.

Alhamdulillah usai sudah sharing fitur terbaru Google My Business serta memperkenalkan Apa itu Kiosagro

Workshop “Bisnis Kreatif di Era Digital pada 7 Maret 2020 di Salman ITB

Menyoal pelatihan, saya dan tim Kiosagro akan mengisi Workshop “Bisnis Kreatif di Era Digital pada 7 Maret 2020 di Salman ITB.

Mengutip apa yang disebutkan oleh founder Kiosagro, Hadiyan Nur Sofyan pada sebuah kesempatan, mengatakan, “Bukan kemiskinan yang membuat bodoh, tapi kebodohanlah yang telah membuat miskin.”. Ayo daftarkan diri Anda segera ?!

Kategori
pendampingan

Isi Pelatihan di Rumah Kreatif BUMN Bandung

Bicara Isi Pelatihan di Rumah Kreatif BUMN Bandung, memang ini bukan kali pertama bagi saya. Akan tetapi ini menjadi ajang perdana di 2020, saya diutus oleh Gapura Digital Bandung untuk memberikan materi Optimalisasi Bisnis Menggunakan Google.

Saya tidak sendiri, pada waktunya nanti (5 Maret 2020), ditemani oleh Herman Gunadi dari Chatat ID. Kang Herman — begitu saya biasa menyapanya — akan menjelaskan tentang Catatan Pembukuan Digital.

Dengan materi seperti tersebut, rasa-rasanya peserta akan mendapatkan materi yang lebih dari cukup. Mengingat, keberhasilan bisnis diawali dengan branding dan omzet mengikuti.

Promosikan Produk Menggunakan Google My Business

Cara termudah melakukan langkah ini adalah dengan memaksimalkan mesin pencarian Google untuk mempromosikan produk yang kita punya menggunakan Google My Business.

Sehingga ketika pelaku bisnis sudah merasakan manfaat — katakanlah dia berhasil memiliki brand terbilang menarik perhatian dan disukai maka tujuan mendapatkan omzet sesuai target akan sangat mungkin diperoleh.

Manajemen Keuangan terutama Catatan Pembukuan

Lalu apa setelah berhasil? Tentu saja memperkuat sisi manajemen khususnya bidang keuangan. Nah, Kang Herman adalah orang yang piawai mengenai Manajemen Keuangan terutama Catatan Pembukuan seperti Neraca rugi laba, jurnal terbalik, modal awal dan lain-lain. Kang Herman pula yang akan mengisi pengetahuan tentang cara mudah mengelola keuangan lewat catatan pembukuan digital.

ADETRUNA Isi Pelatihan di Rumah Kreatif BUMN Bandung

Ini akan menjadi kombinasi materi yang menarik dari saya dan Kang Herman saat Isi Pelatihan di Rumah Kreatif BUMN Bandung. Semoga saja kami dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang bisa diaplikasikan oleh sekira 30 orang di kelas nanti. Aamiiin …

Kategori
buku CERITA LAMA

Pidi Baiq Bandung 10 Juli 2015

Itu yang membekas dalam halaman dua setelah sampul buku dia adalah dilan tahun 1991, Dilan #2. Waktu itu pula saya untuk pertama kalinya bertemu dengan Surayah — panggilan lain untuk seorang Pidi Baiq. Selengkapnya dari apa yang dituliskan oleh seniman Bandung ini yaitu sebagai berikut.

Buat Adetruna, lalu dia menandatangani lalu menulis Pidi Baiq Bandung 10 Juli 2015.

Buat Adetruna Pidi Baiq Bandung 10 Juli 2015 Tanda tangan Buku Dilan #2 Dia Adalah Dilanku Tahun 1991

Buku Dilan #2 ~ Dia Adalah Dilanku tahun 1991 yang bertandatangan asli Pidi Baiq ini fisiknya ada di anak saya yang sulung, Salmanita. Dia kerap membacanya walaupun sudah beberapa kali khatam — kayaknya.

Oh ya … Selain buku, saya pun memiliki kaos resmi dari buku ini. Karena, saat launching bukunya — saya termasuk blogger yang diundang untuk menyaksikan talkshow serta sekaligus soft launching buku Dilan #2 tersebut. Panitia penyelenggara acara, yaitu Pastels Book – menyisipkan kaos sebagai “buah tangan” untuk dibawa pulang di dalam goodie bag. Dan kalau tidak salah, waktu itu bersamaan dengan bulan puasa (Ramadan 1436 H.) yang acaranya bertempat di Rumah The Panas Dalam bilangan jalan Ambon No. 8, Bandung.

Mizan yang berperan sebagai distributor buku Dilan #2, melalui editor in chief-nya, Benny Ramdhani, berkesempatan menjelaskan perihal diterbitkannya buku yang terbukti digandrungi pembaca semua kalangan ini (padahal Pidi Baiq mengakui buku barunya ini bergenre teenLit).

Saya sempat pula mengabadikan momentum ini yang saya tayangkan lewat akun Youtube istri saya, Risya.

Pidi Baiq alias Surayah Buka Bukaan tentang Karakter Dilan. Waktu itu, Pidi Baiq melakukan talk show ditemani Iyang Darmawan dan juga Kang Koyang.

Itulah Cerita Lama yang bisa saya share di sini … Semoga suka 🙂