Kategori
CERITA BARU pengalaman

Pengalaman Ganti Kartu BCA Xpresi Lewat CS Digital

Awalnya dulu (medio 2015) saya diundang gathering produk BCA yang menggunakan teknologi Augmented Reality (Baca artikelnya di sini). Dari acara ini saya sempat membuat rekening BCA Xpresi. Sampai sekarang deh saya keterusan menjadi nasabah dari rekening tanpa buku tersebut.

Dan tadi (Jumat, 28/5) sekira pukul 9.30 pagi dari rumah saya bertolak ke Terminal Leuwi Panjang. Tujuannya bukan mau menggunakan transportasi bis yang ada di sana, namun saya perlu datang ke Bank BCA KCU Soekarno Hatta yang persis berada di seberangnya.

Sepanjang perjalanan, nyaris tidak ada kemacetan yang serius, hanya tipis-tipis saja, seperti di titik Pasar Sayati, agak padat di pintu keluar tol Kopo lalu di lampu stopan perempatan by pass kopo. Selebihnya perjalanan saya ke BCA Leuwi Panjang (kita sebut gitu aja ya biar gampang hehe) terbilang lancar jaya. Nah … Dari sinilah Pengalaman Ganti Kartu BCA Xpresi Lewat CS Digital bermula.

Merasakan Kepuasan Sejak di Tempat Parkir

Begitu memasuki pelataran gedung kantor BCA Leuwi Panjang ini saya langsung mencari parkir motor. Dan saya sudah merasakan kepuasan sejak di tempat parkir tadi. Petugas begitu cekatan dan memandu dengan sigap di mana saya harus memarkirkan kendaraan.

Setelah menyimpan sarung tangan, karcis parkir, penutup kepala dan helm di bawah jok saya berjalan menuju pintu utama gedung BCA. Tidak lama masuk Walkthrough Metal Detector, petugas sekuriti menyapa saya perihal keperluan datang ke sana.

“Mau ganti kartu debit XPresi dan mengaktifkan Mobile Banking,” saya menjawab singkat.

Oleh petugas tersebut, saya pun dibantu mendapatkan tiket antri dan mendapatkan nomor antri B-044. Saat duduk tidak seperti angka yang tertera, saya hanya perlu menunggu sekitar empat orang lagi untuk benar-benar dipanggil.

Tetapi tidak sampai 5 menit dari duduk menunggu panggilan, seorang perempuan petugas Customer Service datang menghampiri.

“Ada yang bisa dibantu?” tanya CS yang berkeliling tersebut.

Saya mengulangi keperluan saya datang ke BCA Leuwi Panjang ini. Laras, begitu nama yang disebutkan saat saya tanya, “Namanya siapa?” — meminta saya untuk mengeluarkan kartu debit BCA Xpresi lama dan KTP.

“Pak Ade mohon untuk menunggu sebentar saja,” ucap Laras.

Diajak Ke Tempat CS Digital BCA

Tidak lama kemudian, Laras mengajak saya ke tempat CS Digital BCA. Di tempat ini saya dipandu menggunakan mesin CS Digital mulai dari memasukkan kartu ATM lama, lalu memindai KTP dan jari telunjuk. Simpelnya seperti itu proses penggantian kartu ATM lama diganti dengan yang baru lewat CS Digital BCA.

ilustrasi Mbak Laras Memandu Kang Adetruna saat menggunakan CS Digital mengganti kartu debit Xpresi lama
ilustrasi (internet) tidak perlu antri dan tidak sampai berjam-jam, hanya hitungan belasan menit saja mengganti kartu debit xpresi lewat CS Digital.

Langkah-Langkah Mengganti Kartu Debit Xpresi Lama dengan yang Baru Menggunakan CS Digital

  1. Sentuh layar menu Kartu, pilih Ganti Kartu. Saya tadi memilih Kartu Debit Xpresi.
  2. Keluarkan KTP lalu dipindai bersamaan dengan jari telunjuk kita.
  3. Selanjutnya, mesin CS Digital meminta kita untuk memasukkan kartu debit Xpresi lama ke tempat yang disediakan.
  4. Memasukkan PIN baru (diperbolehkan menggunakan PIN Lama).
  5. Kartu Debit Xpresi Baru pun keluar dari mesini CS Digital.
  6. Selesai.

Berapa Biaya Ganti Kartu Debit Xpresi?

Tadi pun di layar mesin CS Digital ada point yang berisi penjelasan bahwa penggantian kartu ini dikenai biaya sebesar dua puluh lima ribu rupiah (rp25.000,00) yang akan memotong otomatis saldo dari Kartu Debit Xpresi kita.

Itulah Pengalaman Ganti Kartu BCA Xpresi Lewat CS Digital yang bisa saya share saat ini. Pupus sudah rasa pesimis prosesnya akan lama saat mengganti kartu debit BCA Xpresi. Gercep ternyata!

Kategori
bisnis CERITA BARU pendampingan

Bersedikit Malah Lebih Intim, Ternyata …

Kamis, 6 Mei 2021 pukul 13.00 saya sudah masuk ruang depan dari Rumah BUMN kota Bandung di bilangan Jalan Jurang nomor 50 yang tidak jauh dari Pasar Sederhana.

Kehadiran saya di Rumah BUMN adalah memenuhi undangan mengisi pelatihan offline bersama para pelaku UKM yang menjadi binaan di sana (artikelnya bisa di baca di sini).

Menjelang pukul 13.30, peserta yang sesogyanya sebanyak 20 peserta hanya ada 7 orang saja. Melihat situasinya saya coba memahami, semisal waktu itu hujan, jam-jam di mana pelaku UKM mempersiapkan pesanan untuk para pelanggannya atau memang sudah tidak memerlukan pengetahuan tentang Google My Business karena memang alat marketing ini terbilang user friendly. Kalau Freddie Mercury bilang, “Show must go on!” ya saya pun memulai kelas pelatihan pada pukul 13.30.

Setelah kelas berlangsung, saya merasa ternyata lebih efektif mengajar dengan peserta kelas yang hanya berisi 7 orang saja. Saya bisa lebih cepat menjawab pertanyaan dan menghampiri satu per satu dari mereka.

Mengisi kelas dengan bersedikit lebih efektif dan intim
Mengisi kelas dengan bersedikit lebih efektif dan intim

Ultimate Drink, Salamina Jewellery dan LaoekSeke menjadi tiga nama yang paling cepat terverifikasi sisanya harus menunggu kartupos. Pembaca … Mengisi kelas dengan Bersedikit Malah Lebih Intim, Ternyata …

Kategori
CERITA BARU pendampingan

Kembali Mengisi Kelas Bersama Balatkop Jawa Barat

Maret lebih tepatnya Rabu, 17 2021 — saya diundang kembali mengisi kelas bersama Balatkop Jawa Barat. Sebelumnya, Kabupaten Karawang yang menjadi kota pertama yang saya datangi dan mengisi kelas Optimalisasi Digital Marketing (sudah saya tulis artikelnya: Bimbingan Teknis “Milenial Maju dan Sukses Bersama Korporasi Petani Demfarm Karawang”). Adapun yang di Bandung, tanggal 17 Maret besok menjadi hal yang pertama bagi saya di 2021.

Walaupun baru akan berlangsung pada kamis depan, undangan permohonan narasumbernya sudah sejak beberapa hari yang lalu saya terima. Dalam undangannya disebutkan bahwa dalam rangka menindaklanjuti surat Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat mengenai pelaksanaan Pelatihan DAK Non Fisik Sub Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PK2UKM) tahun anggaran 2021.

Serta berdasarkan usulan dari Dinas yang membidangi KUMKM Kabupaten/kota se-Jawa Barat maka Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat pada UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan pelatihan Kewirausahaan sebanyak dua angkatan yang masing-masing kelas berjumlah 25 (dua puluh lima) orang.

Menyoal narasumber yang akan mengajar kelas Kewirausahaan nanti, panitia sudah mengundang 11 (sebelas) orang, antara lain:

  1. Dr. Dewi Kurniasih, S.IP, M.Si (Akademisi)
  2. Dr. Meriza Hendri, S.IP, M.Si (Akademisi)
  3. Cita Mustika, S.S, M. Hum (Akademisi)
  4. Drs. M. Ridwan (Praktisi)
  5. Ir. Apsoro (Praktisi)
  6. M. Azmi (Praktisi)
  7. Ade Truna (Praktisi)
  8. Muhammad Muharam (Praktisi)
  9. M. Firsan (Praktisi)
  10. Riezka Rahmatiana (Praktisi)
  11. Erwin Yazi (Praktisi)

Kembali Mengisi Kelas Bersama Balatkop Jawa Barat

Ilustrasi Mengisi Pelatihan Kewirausahaan Bersama Balatkop Jawa Barat

Seperti itulah sedikit informasi yang ingin saya share tentang kembali mengisi kelas bersama Balatkop Jawa Barat di 2021. Semoga di dalam pelaksanaannya, saya bisa berbagi pengalaman yang sudah saya lakukan selama ini bersama Soreangku Print on Demand (SoreangkuPoD) – unit bisnis online bidang jasa pelayanan cetak spanduk. Namun seiring berjalannya waktu, hari ini SoreangkuPoD pun melayani jasa cetak lainnya, seperti; kartunama, undangan, hangtag, nota faktur dan jenis-jenis cetakan lainnya.