Kategori
CERITA LAMA

Swafoto Bareng Kawan Semasa SMA

Bicara Sekolah Menengah Atas (SMA) saya adalah anak sekolah angkatan di mana suasana kota Bandung serta tren yang tengah berkembang gambarannya seperti yang dipertontonkan oleh Ayah Pidi Baiq dalam film Dilan. Betul sekali, 90-an menjadi masa-masa yang tidak bisa terlupakan begitu saja. Di Buahbatu masih ada Trina, di Banda masih ada toko Q-ta, di Merdeka masih ada New Panti Karya bahkan di Margahayu Raya sebagai perumahan elite pada masanya masih ada Sarinah.

Belum lagi kalau bicara musik yang hits di era 90-an, ada jamak yang menjadi ‘soundtrack’ musik ketika menjalani kehidupan saat itu. Saya masih ingat bagaimana dulu dengan berbekal uang sekitar seribu lima ratus perak memilih kaset yang kita mau, cukup di Sarinah Margahayu Raya saja tidak usah ke Dago yang notabene ada Aquarius – pusat kaset dan Compact Disc termashyur di kota Bandung.

Yang membekas dalam ingatan tidak saja era 90-an namun termasuk kenangan di medio 80-an … Pernah suatu hari saya tengah memilih kaset apa yang ingin dibeli. Antara Waktu itu sedang menimang-nimang pilih Hits Collectionnya Duran Duran atau Wham! kalau tidak salah. Dan Sarinah kala itu tengah memutar lagu baru duet antara Michael Jackson dengan Mick Jagger lewat lagu “State of Shock”, hingga akhirnya tahu, ternyata The Jackson 5 — tidak hanya Jacko dan Jagger yang menyanyikannya.

Itulah sedikit cerita lama yang baru saja saya ingat, sebuah kilas balik. Dan Swafoto Bareng Kawan Semasa SMA berikut inilah yang menjadi pemicu saya flashback ke masa muda.

Adetruna dan Yus Rochmansyah -- Teman SMAN 22 Bandung
Saya dan Yus Rochmansyah

Dia anak Fisika sedangkan saya anak IPS. Namun yang menghubungkan kita berdua adalah bermusik, saya vokalis,Iyus (panggilan akrabnya) main bass, drummer ada dua; Dede (teman sekelas saya dari kelas 2 hingga 3) satu lagi Iweng (hingga sekarang jadi drummer profesional) pemain gitarnya, Muchamad Ahadiyat atau sejak lama dipanggil Diat (sekarang masih bersama Yovie Nuno).

Kehidupan seorang Iyus hari ini disibukkan dengan menjadi pebisnis kuliner lebih tepatnya pastry khususnya pisang bolen dan cheese roll dan lain-lain seputar makanan kue dan roti. Kita berdua masih berkomunikasi dengan mudah. Dengan adanya alat komunikasi seperti Whatsapp dan Facebook membantu saya bisa terhubung dengan teman lama termasuk dengan kawan semasa SMA.

Demikian saja sedikit cerita di balik Swafoto Bareng Kawan Semasa SMA. Bagaimana dengan Anda? Adakah yang diingat masa-masa 90-an atau 80-an? Mangga komentar aja …

Kategori
CERITA BARU pendampingan

Swafoto Bersama Peserta Kelas GMB di RKB Bandung 5 Maret 2020

selalu bahagia bisa berbagi disambut dengan antusiasme yang besar dari peserta.
Selalu bahagia bisa berbagi disambut dengan antusiasme yang besar dari peserta.

Sejak malam sebelumnya Soreang diguyur hujan, dan yang peliknya lagi pasokan air bersih PDAM takkunjung mengalir. Hingga pagi waktu masuk subuh pun air yang saya tunggu memenuhi bak mandi pun nihil saya dapatkan.

Ya sudah, akhirnya saya putuskan untuk bersih-bersih ala kadarnya saja tadi pagi (5 Maret 2020). Seperti biasa, saya antar anak saya yang sulung ke sekolah menengah atas negeri yang terletak di bilangan Margahayu Sulaeman. Dengan mengenakan jas hujan model ponco, usai menurunkan Salma di sekolahnya – saya meneruskan perjalanan menuju jalan Jurang Bandung, Pasteur – Sukajadi Bandung.

Bisa Tenang Karena Berangkat Lebih Pagi

Ditambah jalanan yang padat sampai-sampai kemacetan terjadi di beberapa ruas jalan, sebut saja Sayati, By Pass Soekarno Hatta, Astana Anyar, perempatan Sudirman, Pasirkaliki hampir memiliki tingkat kemacetan yang sama tadi pagi.

Mengamati kondisi tadi pagi — saya sih mencoba menikmati saja; toh kalau dibawa perasaan malah akan buat kita stress 🙂

Sekira pukul 6.30-an Saya sudah tiba di Rumah Kreatif Bandung dan hujan masih terus mengguyur. Disambut senyum sapa dari petugas security, saya meminta ijin untuk masuk. Perasaan tenang sekali dikarenakan saya bisa datang lebih awal dibandingkan dengan peserta pelatihan.

Ini akan lebih sering saya lakukan. Mengingat pengalaman selama ini, kalau kita datang ke tempat acara sebagai pengisi lantas berangkat di waktu yang mepet atau last minute dari jadwal yang sudah ditentukan dan disepakati muncul perasaan nggak karuan — kita kuatir terlambat.

Sampai-sampai saya sempat memvideokan suasana pagi di RKB jalan Jurang tadi pagi dan saya share di Instagram TV. Ok .. Itulah sekilas #CeritaBaru yang saya alami hari ini.

Swafoto Bersama Peserta Kelas GMB di RKB Bandung 5 Maret 2020

Sempat membuat status perihal kebahagiaan bisa berbagi via Facebook.

Alhamdulillah usai sudah sharing fitur terbaru Google My Business serta memperkenalkan Apa itu Kiosagro

Workshop “Bisnis Kreatif di Era Digital pada 7 Maret 2020 di Salman ITB

Menyoal pelatihan, saya dan tim Kiosagro akan mengisi Workshop “Bisnis Kreatif di Era Digital pada 7 Maret 2020 di Salman ITB.

Mengutip apa yang disebutkan oleh founder Kiosagro, Hadiyan Nur Sofyan pada sebuah kesempatan, mengatakan, “Bukan kemiskinan yang membuat bodoh, tapi kebodohanlah yang telah membuat miskin.”. Ayo daftarkan diri Anda segera ?!